TINS membukukan penjualan Rp 1.8 triliun pada kwartal I 2010 dari setahun
sebelumnya Rp 1.6 triliun. Kenaikan sebesar 16% dari tahun sebelumnya juga
dibarengi dengan kenaikan biaya penjualan namun masih mampu memberikan
margin kotor yang lebih baik daripada tahun sebelumnya. Secara tahunan TINS
membukukan kenaikan laba bersih sebanyak 885% dari Rp 14 miliar menjadi Rp
142 miliar. Kenaikan kinerja TINS disebebkan karena terutama kenaikan harga
timah. TINS menjual dengan harga USD 16,970 dari USD 11,221 untuk tiap ton
timah. TINS memproduksi lebih banyak timah dari setahun sebelumnya yakni
7,397 ton dari 5,288 ton.
Dengan demikian tentu saja biaya produksi TINS meningkat seiring dengan
kenaikan jumlah produksi yang dilakukan oleh TINS. Meski TINS memproduksi
lebih banyak namun TINS menjual lebih sedikit timah dari setahun sebelumnya
yakni sebanyak 9,770 ton dari 11,014 ton. Kenaikan harga penjualan sebesar
51% lebih tinggi dari pada kenaikan biaya pokok penjualan per ton yakni 24%
mengkontribusi kenaikan yang berlipat pada laba bersih TINS.
Untuk tahun ini dengan kenaikan harga komoditas timah dunia akan membantu
kenaikan kinerja TINS di tahun ini. Proyeksi dengan harga timah rata-rata di
tahun ini di USD 16900 memberikan perhitungan harga wajar TINS di Rp 2700
yang mana tidak berjauhan dengan harga terkhir di pasar sehingga kami
merekomendasi HOLD untuk TINS.
Monday, May 3, 2010
Kinerja PT Timah (TINS) di kwartal I 2010
Posted by
Bang Adi
at
7:53 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Labels
- Analisa (13)
- Articles (2)
- Education (6)
- Fact (12)
- Market (19)
- Regulation (2)
- Rekomendasi (29)
- Rumor (77)
0 comments:
Post a Comment