Wednesday, June 30, 2010

Recapital Akan Kuasai 61% Saham Bank Eksekutif

PT Recapital Securities akan memiliki saham PT Bank Eksekutif sebanyak 61,71% melalui rights issue yang akan dilakukan pada 26 Juli mendatang. Jumlah tersebut berkurang dari rencana awal sebesar 85%.

"Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa menyetujui rencana penawaran Umum Terbatas atau Right Issue. Recapital akan menjadi salah satu pembeli siaga dengan 61,71 persen saham," ujar Direktur Utama Bank Eksekutif, Gandi Ganda Putra usai RUPSLB Bank Eksekutif di Jakarta, Rabu (30/6) malam.

Seperti yang diketahui, Perusahaan akan melakukan rights issue dalam rangka Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak 5,1 miliar (5.122.500.000) lembar saham biasa.

Gandi menuturkan pembeli siaga lainnya adalah IF Services Netherlands B.V, sebuah perusahaan asal Belanda yang basis bisnisnya ada investasi dan obligasi.

Gandi mengaku tidak mengetahui alasan Recapital mengurangi porsi saham yang dibelinya. Pasalnya keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan recapital. "Kalau untuk pengurangan, itu domainnya Recapital," tukasnya.

Gandhi menuturkan dana yang akan diperoleh sebesar Rp512,2 miliar akan digunakan untuk penerapan rencana bisnis k edepan, khususnya dalam rencana pengembangan model bisnis baru, yaitu pengembangan pilar bisnis kredit UMKM.

Selain untuk rencana bisnis, dana hasil rights issue juga akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan agar tingkat Capital Adequacy Ratio dapat meningkat menjadi sekitar 39%, jauh di atas sesuai dengan ketentuan minimal yang dipersyaratkan oleh Bank Indonesia.

Adapun alokasi penggunaan dana setelah dikurang biaya-biaya Penawaran Umum Terbatas I sekitar 84% akan digunakan sebagai modal kerja untuk meningkatkan pemberian kredit yang akan difokuskan kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sekitar 12% akan digunakan untuk menambah jumlah jaringan operasional dengan melakukan pembukaan kantor cabang dan kantor cabang pembantu. Sedang sebanyak 4% akan digunakan untuk pengembangan teknologi berupa pembelian hardware, software untuk meningkatkan sistem informasi teknologi operasional.

Sektor Ritel Diprediksi Bertumbuh Hampir 10% Tahun 2010

Asosiasi Pelaku Usaha Ritel Indonesia memprediksikan pada tahun depan pertumbuhan total jumlah toko modern akan berpotensi tumbuh sebesar 9%. Adapun pada tahun ini kenaikan jumlah gerai usaha hanya diperkirtakan mencapai sebesar 5% seiring dengan penundaan ekspansi usaha beberapa pebisnis ritel domestik. Ritel trasdisional juga diperkirakan akan mengalami hal yang sama namun lebih kecil yaitu sekitar 5% pada tahun 2010. Bila melihat dari
sisi pertumbuhan omzet secara tahunan, dalam kurun waktu 5 tahun terakhir sektor ritel di Industri secara total bertumbuhn dua digit dan menempati posisi pertumbuhan ketiga tertinggi se Asia.

Data yang diterbitkan pada akhir tahun ini menunjukan jumlah gerai ritel format tradisional mencapai 1.907.062, sedangkan untuk format ritel masing masing sebanyak: 10.607 (minimarket), 1.571 (supermarket), 267 (convenience store), 127 (hypermarket) dan sisanya berformat lain. Potensi ekspansi usaha yang berlanjut bahkan lebih agresif dibandingkan dengan tahun 2008, seiring dengan prediksi membaiknya perekonomian domestik, reginal dan global termasuk daya beli masyarakat yang diperkirakan akan semakin menguat menjadi beberapa alasan bagi para pelaku usaha ritel di Indonesia untuk meningkatkan ekspansi usahanya melalui target penambahan jumlah pembukaan toko baru yang lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu. MPPA sebagai contohnya telah mentargetkan pembukaan toko baru akan meningkat mendekati angka 50%.

Kami juga melihat, kondisi tersebut akan berpotensi memberikan dampak yang signifikan bagi perkembangan sektor ritel untuk mencatat pertumbuhan yang sama yaitu double digit seperti yang terjadi sebelum tahun 2008. Salah satu indikator perekonomian Amerika Serikat yaitu Retail Sales Index yang mencatat lonjakan signifikan selama 3 bulan terakhir dari -2.2% menjadi 1.1% dan mencapai 1.3% pada periode November tahun 2009 juga melatarbelakangi analisa yang kami lakukan untuk tetap konsisten dengan sudut pandang kami terhadap pertumbuhan sektor ritel domestik. Kami memberikan rekomendasi OVERWEIGHT untuk industri ritel Indonesia.

Intiland Development (DILD) Kembangkan Graha Natura

DILD akan mengembangkan kembali perumahan kelas menengah atas yaitu Graha Natura Lontar di Surabaya. Total lahan yang akan dikembangkan di kawasan tersebut adalah 100 ha. Harga rumah yang ditawarkan di Graha Natura adalah Rp600 juta sampai Rp800 juta per unit. Kawasan tersebut dirancang dengan menggunakan konsep properti hijau yang dikombinasikan
dengan bangunan dan tata ruang yang modern tropis. Di lokasi tersebut juga akan dibangun area komersial yang terdiri atas ruko dan supermarket.

Rencana DILD untuk mengembangkan kembali kawasan Graha Natura Lontar kami nilai akan baik untuk menunjang pertumbuhan kinerjanya. Terbukti sejak dipasarkan pada Februari 2010 DILD telah berhasil menjual antara 240 sampai 250 unit. Konsep yang ditawarkan juga menarik yaitu menggunakan konsep properti hijau yang ramah lingkungan. Selain pengembangan Graha Natura, DILD juga telah meluncurkan dua kluster baru di kawasan perumahan Talaga Bastari yaitu cluster Harmony dan the Hills yang berlokasi di Tangerang. Perusahaan juga akan meluncurkan beberapa proyek lainnya seperti pengembangan Graha Famili di Surabaya dan superblok di TB Simatupang Jakarta. DILD tidak termasuk dalam analisa coverage kami. NOT RATED.

Indeks Berpotensi Berbalik Arah

Kemarin indeks mampu mencatat kenaikan meskipun sentimen yang mempengaruhinya tidak terlalu mendukung. Namun untuk perdagangan hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak fluktuatif dengan potensi untuk ditutup melemah. Semalam Dow Jones mencatat penurunan 98,3 poin (0,98%), antara lain karena adanya laporan ADP Employment Report yang menyatakan bahwa kenaikan pembayaran gaji pada bulan Juni 2010 jauh di bawah ekspektasi.

Koreksi Dow Jones yang cukup signifikan ini diikuti oleh pergerakan bursa regional Asia Pasifik pada pagi ini yang hampir seluruhnya mencatat penurunan. Koreksi yang signifikan antara lain dialami oleh Nikkei. Rupiah juga melemah yang berada di posisi Rp9.083 per US$ dibandingkan posisi kemarin di Rp9.053 per US$. Harga nikel dan timah di LME menunjukkan arah yang berlawanan di mana nikel mencatat kenaikan yang cukup signifikan, sementara pergerakan harga timah menunjukkan arah sebaliknya. Kami perkirakan pada hari ini indeks akan bergerak di kisaran 2900 sampai 2930.

MORNING NEWS

IQPlus(1/7) -Saham-saham AS di Wall Street pada Rabu memperpanjang kerugian, tertekan kekhawatiran pengangguran Amerika Serikat dan masalah utang zona euro, menutup kuartalan terburuk kinerja Wall Street dalam lebih dari setahun. Indeks saham blue-chip Dow Jones Industrial Average jatuh 96,28 poin (0,98 persen) menjadi berakhir pada 9.774,02, sehari setelah saham Wall Street tergelincir lebih dari dua persen dan di bawah level psikologis sensitif 10.000.

Dow telah jatuh 3,5 persen pada Juni dan untuk kuartal tersebut, bahkan bernasib buruk kehilangan 10 persen kerugian kuartalan terburuk sejak penurunan 13 persen pada kuartal pertama 2009. Indeks teknologi Nasdaq tergelincir 25,94 poin (1,21 persen) ke 2.109,24 dan pasar lebih luas indeks S&P 500 merosot 10,53 poin (1,01 persen) menjadi 1.030,71, berakhir di bawah level teknikal penting 1.040.


Produsen Kertas Kiani Tertarik Beli saham KBRI

INILAH.COM, Jakarta - Produsen kertas Kiani dikabarkan akan membeli saham PT Kertas Basuki Rachmat Tbk (KBRI) pada harga Rp125 per lembar saham.

Pemilik produsen kertas Kiani dikabarkan akan memiliki 40% saham KBRI dan akan masuk dalam jajaran komisaris KBRI. Pada perdagangan Rabu (30/6), saham KBRI ditutup pada kisaran Rp64 dengan volume transaksi 66,31 juta. [cms]


PT Leo Investments Tbk Akan Akusisi Saham Perusahaan Nikel

INILAH.COM, Jakarta - PT Leo Investments Tbk (ITTG) akan merealisasikan akuisisi seluruh saham perusahaan tambang nikel PT Agra Morini Indah (AMI).

Hal tersebut membuat harga saham ITTG akan dikerek ke level Rp200-Rp250 dalam waktu dekat. Seperti diketahui, AMI memproduksi sedikitnya lima juta ton metrik ton nikel di kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara dengan kadar 1,6%. Pada perdagangan Rabu (30/6), saham ITTG ditutup menguat 11 poin ke level Rp131. Total saham yang ditransaksikan 6,3 juta senilai Rp802,35 juta. [cms]


Dubai Fund Akan Akusisi Saham CSAP

INILAH.COM, Jakarta - Dikabarkan Dubai Fund akan mengakuisisi saham PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) di harga Rp125 pada awal Juli 2010.

PT Catur Sentosa Adiprana Tbk juga dikabarkan akan ekspansi ke segmen distribusi kimia dan industri makanan. Pada perdagangan saham kemarin, saham CSAP ditutup menguat lima poin ke level Rp89. Total saham yang ditransaksikan 6,75 juta senilai Rp593,68 juta. [cms]



Menu Bursa Hari Ini
Pilih Tiga Saham Bank & SMGR
Natascha & Vina Ramitha

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham pada perdagangan Kamis (1/7) diperkirakan melanjutkan penguatan. Selective buy saham perbankan BBRI, BBTN dan AGRO, serta semen SMGR.

Analis Bhakti Sekuritas Reza Nugraha memprediksikan bursa saham akan melanjutkan penguatan perdagangan kemarin dan menguji level resistan 2.920. Potensi kenaikan mengingat Indonesia tidak mengalami pelambatan ekonomi seperti China yang sempat menyebabkan sentimen negatif.

“Juga tidak seperti AS yang beberapa waktu belakangan ini data-data perekonomiannya memburuk. Indonesia masih bisa terus tumbuh hingga akhir tahun ini, karena kuatnya permintaan domestik,” katanya kepada INILAH.COM, Rabu (30/6) petang.

Kesempatan ini bisa digunakan untuk membeli aset-aset di Indonesia. Reza menyarankan untuk memiliki saham-saham perbankan Tanah Air yang menjadi the best performance di Asia. Non performing loan (NPL) perbankan mencapai rekor terendah, namun provisi cadangan tinggi.

“Kinerja perbankan Indonesia sangat menarik. Pilih PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Tabungan Negara (BBTN) dan PT Bank Agroniaga (AGRO),” katanya.

Harga saham BBRI dan BBTN, dari sisi valuasinya tergolong wajar untuk dikoleksi. Terutama karena BBRI berencana melakukan stock split serta pembagian deviden pada 9 Juli mendatang. “Bank pelat merah ini diperkirakan memberikan porsi dividen yang cukup tinggi,” lanjut Reza.

Sementara BBTN berpotensi mengalami peningkatan pendapatan bunga karena pertumbuhan properti tahun ini diprediksikan mencapai double digit. “Pembiayaan kredit properti mayoritas melalui BBTN,” imbuhnya.

Sementara untuk AGRO, investor bisa mengantisipasi tender offer yang bisa dipastikan akan diakusisi BBRI lebih dari 50%. Diperkirakan tender offer terjadi pada dua kali lipat harga price book value atau kira-kira di atas Rp200. “Masih wajar untuk dikejar hingga harga tersebut,” kata Reza.

Selain itu, ia juga merekomendasikan saham infrastruktur dari sektor semen, yakni PT Semen Gresik (SMGR). Perusahaan ini rasio net gearing-nya kecil sehingga sahamnya menarik bagi investor. Apalagi menguasai pasar domestik. “Saya merekomendasikan buy,” pungkasnya.

Pada penutupan perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan berhasil menghalau pengaruh negatif dengan mengalami penguatan 30,310 poin (0,70%) ke level 2.913,86 ditopang saham PT Astra Internasional (ASII) yang menguat Rp800 ke Rp48.300 serta sektor perbankan naik 4,80 poin ke level 377,18.

Nilai transaksi mencapai Rp2,64 triliun dengan volume perdagangan 2,965 miliar lembar saham ditopang oleh 132 saham menguat, 66 melemah dan 71 saham stagnan. [mdr]


IQplus (1/7) - PT Asia Natural Resources Tbk (ASIA) mendapatkan pinjaman sebesar 10 juta SGD dari perusahaan asal Singapura Crest Capital untuk trading batubara. "Kita mendapatkan pinjaman dari Crest Capital untuk membeli batubara sekitar 10 juta SGD dan kita akan ekspor ke China mulai semester kedua, kontrak ke China dilakukan selama satu tahun," ujar Presiden Direktur PT Asia Natural Resources Tbk, Paulus Junanda.


IQplus (1/7) - Clipan Finance memutuskan untuk membagikan dividen Rp15 per saham. keputusan itu diambil dalam RUPS perseroan rabu. Dwi Janto Vice President perseroan mengatakan dividen total sebesar 26 persen dari laba bersih tahun lalu yang Rp150,25 miliar.Pada tahun 2008 perseroan hanya membagi dividen Rp5 per saham.


IQplus (1/7) - Selamat Sempurna menurunkan nilai emisi obligasinya dari Rp300 miliar menjadi Rp240 miliar dan juga suku bunganya. Keterangan perseroan kamis menyebutkan obligasi II tahun 2010 terdiri dari 3 seri yakni seri A, B dan C dengan nominal Rp80 miliar yang berjangka waktu 370 hari, 3 dan 5 tahun. Masa penawaran dilakukan pada 2-6 Juli dan pencatatan 9 Juli 2010.


IQplus (1/7) - PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait dengan pasokan batu bara.Berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani kedua BUMN itu, Bukit Asam berkomitmen memasok batu bara kalori peringkat rendah dalam 20 tahun sejak 2011.

Dalam siaran pers, Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Achmad Sudarto mengatakan pemasokan komoditas itu dilakukan secara bertahap sampai dengan 9 juta ton per tahun dan atau sejumlah yang akan disepakati kemudian. Spesifikasi batu bara itu adalah dengan kalori berkisar 4.700 kcal-5.000 kcal/kg (ADB) atau setara dengan 3.570 kcal-4.588 kcal/kg.

Thursday, June 24, 2010

Bakrie Connectivity Potensi Picu Pertumbuhan Bakrie Telecom

Untuk mendukung pertumbuhan usaha beberapa tahuh mendatang, BTEL telah
mendirikan anak perusahaan PT. PT. Bakrie Connectivity (BCONNECT). Fokus
usaha pelaku usaha tersebut adalah memberikan layanan internet broadband
wireless access (BWA) berbasis CDMA dengan teknologi EVDO. Belanja modal
sebesar US$ 100juta telah dialokasikan untuk pengembangan usaha perusahaan
hingga akhir tahun ini. Google yang menjadi partner bisnis secara resmi hadir
dan menandatangani kerjasama dengan Bconnect kemarin sore.

Kami melihat potensi pertumbuhan pengguna internet masih dapat terjadi
secara signifikan. Rendahnya angka peneterasi sebesar 12.5% masih sangat
rendah bila dibandingkan dengan beberapa negara sekitar seperti Singapura
(72.40%), Thailand (24.40%), Philippines (24.50%), Malaysia (65.70%) dan
beberapa negara di wilayah regional dan global lainnya seperti Jepang
(75.50%), South Korea (77.30%), China (28.70%). Penetrasi pengguna internet
tersebut memberikan sebuah indikasi terhadap potensi pertumbuhan usaha
perusahaan di masa yang akan datang.

Bila membandingkan BTEL dengan para rivalnya, saat ini pada harga Rp 165
per lembar saham setara dengan p/e rasio sebesar 47.84x atau jauh dibawah
rata rata industrinya sebesar 22.27x. Adapun estimasi p/e hingga akhir tahun
ini adalah sebesar 29.58x atau masih diatas rata rata industri telekomunikasi
tersebut. Kami masih konsisten dengan sudut pandang NEUTRAL dan
memberikan rekomendasi HOLD untuk BTEL dengan target harga sebesar Rp
150 per lembar saham.

Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP): Kinerja 1Q10

CMNP mencatat peningkatan pendapatan yang signifikan sebesar 24,6% yoy
menjadi Rp177,5 milyar pada 1Q10. Dengan pergerakan beban usaha yang
relatif flat, laba usaha mencatat kenaikan yang lebih tinggi yaitu 44,3% yoy
menjadi Rp108,4 milyar. Di luar level operasional, perusahaan mencatat
keuntungan yang belum direalisasi dari penurunan/kenaikan nilai wajar
pinjaman bank dan obligasi senilai Rp236,1 milyar. Sehingga laba bersih CMNP
mengalami lonjakan yang sangat signifikan yaitu hampir 19 kali lipat menjadi
Rp331 milyar pada 1Q10.

Meskipun laba bersih mengalami lonjakan yang sangat signfiikan, perlu diingat
bahwa peningkatan tersebut di luar operasional perusahaan. Secara operasional
CMNP masih dapat mengalami kenaikan yang signifikan. Namun perusahaan
sangat mengandalkan pendapatannya dari jalan tol dalam kota Jakarta.
Sementara dari jalan tol Waru - Juanda belum memberikan kontribusi yang
signifikan terhadap pendapatan CMNP. Sehingga kami lihat pertumbuhan kinerja
perusahaan dalam jangka panjang relatif terbatas. Target harga saham CMNP
adalah Rp1.000 dengan menggunakan metode DCF. Rekomendasi: HOLD.