Wednesday, June 9, 2010

Adhi Karya (ADHI): Target Peroelah Kontrak Jalan Tol Rp 2,75 Triliun

ADHI menargetkan untuk dapat memperoleh kontrak lima ruas jalan tol di tahun 2010. Nilai kontrak yang ditargetkan sebesar Rp 2,75 triliun dari bisnis konstruksi tol tersebut. Sejumlah tol yang telah berhasil diselesaikan pembangunannya oleh ADHI diantaranya adalah tol Kanci-Pejagan, Bogor Ring Road, dan Terminal III Bandara Soekarno-Hatta,.

Kami menilai target perolehan kontrak yang ditetapkan oleh ADHI cukup relevan, mengingat perseroan memiliki kemampuan yang baik dalam pembangunan jalan tol. ADHI memiliki teknologi ACPS (Adhi Concrete Pavement System) dalam pembangunan jalan tol, yang telah berhasil dibuktikan dalam pembangunan jalan tol Kanci - Pejagan. Dengan menggunakan teknologi ACPS dapat mempersingkat pengerjaan proyek. Saat ini ADHI telah memiliki pangsa pasar pembangunan jalan tol sebesar 30%. Untuk kinerja tahun 2010F kami perkirakan ADHI akan membukukan pendapatan Rp8,7 trilyun dengan laba bersih Rp238 milyar. Target harga saham ADHI adalah Rp850 dengan menggunkakan metode DCF. Rekomendasi: BUY

Dividen Sampoerna Agro (SGRO)

Rapat umum pemegang saham SGRO kemarin menentukan bahwa SGRO akan membagikan dividen dari tahun buku 2009 sebesar Rp 45 per lembar. Keputusan ini sesuai dengan dividen policy SGRO dimana SGRO akan membagikan dividen dengan tidak melebihi melebihi 35%. Mengingat laba bersih per lembar saham tahun 2009 senilai Rp 149 maka rasio dividen payout ratio SGRO untuk tahun buku menjadi sebesar 30%. Ratio tersebut cukup menarik namun mengingat harga penutupan SGRO kemarin Rp 2250 yang berarti hanya memberikan keuntungan 2% saja dari dividen SGRO maka kami memandang keuntungan yang didapat kurang menarik.

Keuntungan investasi dapat dipertimbangkan dari saham SGRO memperhatikan proyeksi kinerja fundamental SGRO yang membaik di tahun ini dari tahun sebelumnya. Kami proyeksikan SGRO akan membukukan penjualan yang meningkat 46% dari tahun lalu atau mencatat Rp 2.66 triliun di tahun ini dari Rp 1.8 triliun di tahun 2009. Laba bersih juga akan meningkat secara menarik dari Rp 286 miliar menjadi Rp 471 miliar atau naik 65%, lebih baik dari kenaikan penjualan. Kenaikan laba bersih tersebut terbantu dengan minimnya pembayaran bunga hutang dan biaya produksi SGRO. SGRO merupakan perusahaan yang net cash dan penurunan biaya produksi dikontribusi dengan turunnya harga pupuk.

Perhitungan harga wajar setelah proyeksi kinerja keuangan SGRO berada di Rp 2800 atau memberikan keuntungan investasi sekitar 24%, yang mana cukup menarik. Valuasi PER dan Ev/Ha yang masih murah, oleh karena itu kami merekomendasikan BUY.

Penguatan Bursa Dalam Negeri Berpotensi Untuk Berlanjut

Setelah mengalami pelemahan selama beberapa hari, bursa bursa acuan dunia menunjukan trend berbalik arah, meskipun bursa acuan utama dunia masih belum sanggup untuk menahan tekanan aksi jual yang dilakukan oleh investor dan melemah 0.41% menjadi 9899.25 pada penutupan transaksi perdagangan semalam. Meskipun penguatan sempat terjadi pada sesi perdagangan pagi sebagai akibat statement Ben Bernanke yang menyatakan pertumbuhan makro diperkirakan stabil didukung oleh private final demand di Amerika Serikat, akan tetapi penurunan beberapa saham berbasis energy yang memiliki kapitalisasi pasar besar serta saham BP yang tercatat melemah sepanjang 14 tahun terakhir telah mendorong bursa acuan S&P 500 terkoreksi 0.59% menjadi 1055.69.

Penurunan IBD economic optimism menjadi 46.2 dan mortgage aplication yang tercatat turun menjadi -12.2% juga kami lihat ikut mendorong penurunan bursa tersebut. Sementara itu, setelah mengalami pelemahan dalam, sebagian besar bursa acuan lain di wilayah Eropa mengalami pullback dan ditutup menguat. FTSE naik 1.15% menjadi 5085.86.
Beberapa bursa di wilayah Asia / Pasifik pagi ini juga ditransaksikan menguat. Topix naik 0.03% menjadi 850.63. Anomali sementara nikkei yang melemah 0.01% menjadi 9437.68 tidak diikuiti oleh pelemahan bursa lain. Bursa Taiwan, Kospi dan ASX 200 justru mengalami kenaikan masing masing 0.88%, 0.25% dan 0.65%.

Penguatan yang terjadi pada sebagian besar bursa acuan dunia di wilayah global dan reginal dan kenaikan harga komoditas dunia termasuk nilai tukar rupiah yang stabil dan daat ini diperdagangkan pada Rp 9.255 per US Dolar serta harga minyak dunia yang kembali melemah menjadi US$ 73.89 per barel, berpotensi menjadi beberapa faktor penggerak bursa dalam negeri hari ini. Kami memprediksikan indeks akan bergerak pada rentang 2769.36 - 2798.19 dan
berpotensi melanjutkan penguatan.

MORNING NEWS

IQPlus(10/6) -Saham AS jatuh pada akhir sesi Rabu, karena optimisme mengenai pemulihan ekonomi memberikan jalan untuk gelombang penjualan di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang bencana minyak BP di Teluk Meksiko. Tiga indeks saham utama diperdagangkan secara luas lebih tinggi untuk sebagian besar sesi sampai sekitar jam akhir perdagangan, sebelum kemudian jatuh. Dow Jones Industrial Average turun 40,73 poin (0,41 persen) menjadi berakhir pada 9.899,25. Indeks teknologi Nasdaq turun 11,72 poin (0,54 persen) menjadi 2.158,85 dan indeks S&P 500, ukuran pasar lebih luas, mundur kembali 6,31 poin (0,59 persen) menjadi 1.055,69.



IQPlus(10/6) -Harga minyak dunia membuat kenaikan kuat pada Rabu, karena komentar relatif optimis oleh Ketua Federal Reserve Ben Bernanke dan menurunnya stok minyak AS mengangkat prospek pemulihan ekonomi. Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juli, melompat 2,39 dolar menjadi ditutup pada 74,38 dolar per barel. Di London, minyak mentah Brent North
Sea untuk penyerahan Juli meningkat 1,97 dolar menjadi menetap pada 74,27 dolar.


Rumor Bursa
Cermati Saham MITI

INILAH.COM, Jakarta - PT Mitra Investindo Tbk (MITI) kabarnya sedang diminati asing seiring dengan keberhasilan perseroan meraih pesanan batu granit dari Asia dan Eropa.

Rumor ini beredar menyebutkn, investor strategis masuk ke perseroan melalui mekanisme private placement saham mayoritas dengan penawaran umum harga premium. Untuk para bandar akan menggerakkan saham MITI menuju Rp150-200.

Pada penutupan perdagangan bursa kemarin harga saham MITI ditutup naik 3 poin ke level Rp67. [san/cms]





Rumor Bursa
Intiland Bakal 'Stock Split'

INILAH.COM, Jakarta - Para pemodal domestik dan mancanegara tengah memburu saham PT Intiland Development Tbk (DILD) seiring dengan rencana pemecahan nilai saham alias stock split.

Rencananya, perseroan kan stock split 1:2 sehingga harga saha mDILD berpotensi menembus Rp1.600-1.800. Selain itu, perseroan pun akan mencapatkan pasokan lahan seluas 1.500 hektar sehingga cadangan lahan perseroan bertambah menjadi 2.400 hektar.

Sementara itu, pada penutupan perdagangan bursa kemarin harga saham DILD ditutup naik 20 poin ke level Rp1.140. [san/cms]




DIVIDEN TELKOM TAHUN 2009
Pemerintah: Dividen Telkom Maksimal 55%


JAKARTA. Pemerintah mengisyaratkan akan menarik dividen dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) maksimal sebesar 55% dari total laba bersih 2009 yang mencapai Rp 11,33 triliun. Dengan perhitungan itu, manajemen Telkom mesti menyiapkan dividen senilai Rp 6,23 triliun.

"Dividen Telkom tentu tidak sebesar 35%, paling tinggi 55% dari laba bersih," tutur Menteri Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar usai acara 'Kebangkitan Pusat Belanja Sarinah' di Jakarta, Rabu (9/6). Meski demikian, Mustafa menegaskan, hitung-hitungan mengenai besaran dividen Telkom belum dibahas secara mendetail.

TLKM akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Jumat (11/6) nanti. Salah satu agendanya adalah menetapkan penggunaan laba bersih tahun buku 2009, termasuk menentukan besaran dividen.

Sandy Baskoro



IQPlus (10/6) - Kementerian BUMN meminta PT Telkom Tbk (TLKM) tetap mengedepankan aspek persaingan bisnis yang sehat dalam rencana pengambilalihan saham PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) "Dalam kajian pengambilalihan itu, aspek persaingan bisnis yang sehat harus dimasukkan," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar, di Jakarta, Rabu. Menurut Mustafa, selaku kuasa pemegang saham Telkom, kedua perusahaan tersebut sedang dalam proses membahas kerja sama. "Saya sebagai pemegang saham diminta setuju, dan saya setuju. tapi bagaimana formulanya tunggu saja hasilnya. Yang penting "win-win solution," tegas Mustafa.

Sehari sebelumnya, pemberitaan rencana akuisisi Telkom atas BTEL. Mustafa menyatakan, bahwa sudah membaca surat direksi Telkom meminta izin melakukan kajian pengambilalihan Bakrie Telecom. Bahkan, Mustafa memperkirakan konsolidasi tersebut akan terealisasi menjelang tutup tahun 2010. Mustafa menyakini, jika konsolidasi terjadi, maka layanan CDMA milik Telkom (Flexi) akan memiliki kekuatan untuk mempengaruhi pasar. Terkait pernyataan itu, Direktur Komunikasi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) A. Junaidi mengingatkan, jika aksi korporasi itu benar dilakukan maka harus ada notifikasi merger kepada lembaganya. "Itu sesuai dengan Peraturan Komisi (Perkom) No 1/2009 tentang pranotifikasi penggabungan, peleburan, dan pengambilalihan perusahaan," kata Junaidi. Dengan begitu ujarnya, KPPU bisa menilai apakah aksi tersebut berpotensi terjadinya perilaku monopoli atau tidak di masa depan. "Ini untuk melindungi perusahan juga. Jika nanti ada perilaku tidak fair dari struktur atau unit baru hasil merger itu, KPPU tidak akan menggunakan kewenangan membatalkan merger sebagaimana diatur dalam pasal 47 UU No 5/1999, kata Junaidi.



Fitch Rating: Merjer Flexi & Esia Untungkan Industri Telekomunikasi
Susan Silaban

INILAH.COM, Jakarta - PT Fitch Rating menilai ada potensi konsolidasi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) dapat bermanfaat.

Ini menyusul laporan di koran lokal pada tanggal 8 Juni 2010 yang pemerintah telah resmi mengkonfirmasi bahwa surat usulan dari Telkom telah diterima. Fitch memeringkat Telkom pada BB+ sedangkan BTEL pada rangking B.

Meskipun rincian transaksi belum diungkapkan, Fitch berpandangan bahwa konsolidasi dari dua operator CDMA terbesar akan menguntungkan industri telekomunikasi Indonesia diberikan arus lingkungan yang kompetitif," kata Marchelius Mario, Associate Director di Fitch Asia Pasifik Korporasi peringkat tim dalam keterangan resminya yang diterima INILAH.COM, Kamis (10/6).

Konsolidasi akan tarif mengurangi tekanan antara kedua operator dan memberikan sinergi dalam hal upaya pemasaran, peningkatan skala ekonomi dan mengurangi ekspansi belanja modal. Pada akhir 2009, Telkom-Flexi sudah 15.100.000 pelanggan sedangkan BTEL telah 10.600.000 pelanggan.

Dengan demikian, gabungan entitas bisnis akan menjadi operator wireless terbesar keempat di Indonesia belakang PT XL Axiata Tbk (XL, 'BB'/Stable) yang memiliki basis pelanggan 31.400.000 pada akhir 2009. Pelanggan skala yang cukup besar ini akan meningkatkan mereka on-net call penggunaan, yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan generasi dan memperkuat kekuatan kompetitif terhadap tiga operator GSM atas.

Industri nirkabel di Indonesia penuh sesak dengan total 10 pemain pada akhir-2009. Industri pelanggan mencapai 190 juta pada akhir 2009, menyiratkan penetrasi utama dari sekitar 82%, namun, penetrasi sebenarnya adalah diperkirakan lebih rendah sekitar 50% menurut perhitungan Fitch setelah disesuaikan untuk berbagai-penghitungan Simcards.

Dengan penetrasi selular masih relatif moderat, pertumbuhan yang wajar diharapkan untuk melanjutkan selama jangka menengah. GSM adalah teknologi nirkabel yang paling populer di Indonesia, akuntansi yang sekitar 83% dari pelanggan industri pada akhir 2009.

Bagian atas tiga GSM operator (PT Telekomunikasi Selular ('BBB-'/Stable), PT Indosat Tbk ('BBB-'/Stable) dan XL) menyumbang sekitar 90% dari pelanggan GSM atau 75% dari total industri pelanggan pada akhir 2009. [san/cms]


KINERJA EMITEN
ADHI Bagi Deviden Rp 49 Miliar



JAKARTA. Kabar gembira bagi para pemegang saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Perusahaan konstruksi BUMN ini bakal membagi dividen tunai dengan sebesar Rp 49,66 miliar atau 30% dari laba bersih perusahaan tahun 2009.

Corporate Secretary ADHI, Kurnadi Gularso mengatakan secara terperinci jumlah dividen yang dibagikan per lembar saham sebesar Rp 28,26. "Waktu pembagian dividen akan disesuaikan dengan aturan dari Bapepam-LK," ungkap Kurnadi usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Rabu(9/6).

Para pemegang saham juga memutuskan penggunaan laba bersih sebesar Rp 828 juta atau 0,50% dari laba bersih untuk program kemitraan. Sementara untuk bina lingkungan juga dialokasikan Rp 414 juta atau 0,20% dari laba bersih tahun lalu. Sementara sisa laba bersih tahun 2009 sebesar Rp 114,63 miliar atau 68,25% akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk kegiatan usaha perseroan.

Pada tahun 2009, emiten konstruksi plat merah ini mencetak laba bersih Rp 165, 53 miliar atau naik 103% dari tahun sebelumnya. Sedangkan pendapatannya tumbuh 16% menjadi Rp 7,72 triliun.
Sofyan Nur Hidayat



IQPlus (10/6) - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), pengembang kawasan skala besar di Kabupaten Tangerang, Banten, berkeyakinan meraih target penjualan Rp2 triliun pada 2010 dengan kontribusi terbesar di sektor perumahan Rp1,5 triliun, sedangkan sisanya dari komersial. "Kalau melihat iklim properti pada tahun 2010 yang terus membaik kami optimistis mampu meraih target Rp2 triliun," kata Direktur Utama PT Bumi Serpong Damai Tbk, Harry Budi Hartanto di Jakarta, Rabu, usai rapat umum pemegang saham (RUPS). Menurut Harry, sampai dengan Mei 2010 penjualan dari rumah sudah mencapai Rp680 miliar, sehingga untuk kuartal III dan IV masing-masing masih harus dikejar Rp400 miliar lagi untuk mencapai target Rp1,5 triliun. Harry mengatakan, dalam rangka memenuhi target tersebut BSDE merencanakan pembangunan kawasan tahap II seluas 2000 hektar, menyusul keberhasilannya mengembangkan kawasan tahap I seluas 1.500 hektar. Lebih jauh Direktur BSD, Petrus Kusuma menjelaskan, pengembangan tahap II mencakup pembangunan dua kluster perumahan Forestra 72 hektar dan The Icon 74 hektar, pusat pendidikan "Edu Town" seluas 50 hektar, serta kawasan perkantoran BSD Office Park 25 hektar.

Forestra nantinya akan dibangun sebanyak 2014 unit rumah dengan harga Rp590 juta sampai Rp1,8 miliar, serta The Icon sebanyak 1.027 unit rumah dengan harga Rp500 juta sampai Rp1,7 miliar. Sedangkan di kawasan Edu Town 50 hektar sudah dipasarkan 2 lot masing-masing seluas
5 hektar untuk Swiss German University dan Prasetya Mulya. Sementara itu untuk BSD Office Park tengah dibangun gedung perkantoran 15.000 meter persegi (5 lantai) diharapkan selesai pada akhir 2011, jelasnya.


IQPlus (10/6) - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META)akan melakukan penawaran terbatas I kepada para pemegang saham seri B sebanyak-banyaknya 8.508.000.000 saham seri B dengan nominal Rp70,00 dan harga penawaran Rp88,00 per sahamsehingga total nilai seluruhnya mencapai Rp748.704.000.000. Hal tersebut disampaikan Perseroan dalam keterbukaan informasinya, Kamis. Dimana setiap pemegang 100 saham seri B yang tercatat pada 19 juli 2010 pukul 16.00 WIB memiliki 168 HMETD dimana setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru yang harus dikeluarkan dari portepel saham seri B Perseroan dicatatkan di BEI.

HMETD di perdagangkan di BEI selama 5 hari kerja mulai tanggal 21-27 Juli 2010 dan HMETD yang tidak dilaksanakan hingga tanggal akhir periode tersebut dinyatakan tidak berlaku lagi. Pada setiap 5 HMETD melekat 1 Waran seri I yang diberikan secara cuma-cuma bagi pemegang HMETD yang melaksanakan haknya. Dana hasil penawaran umum terbatas ini akan dipergunakan untuk akuisisi, pembayaranhutang dan modal kerja dan sisanya akan digunakan sebagai biaya pengembangan usaha PErseroan (development cost).




Bayan Bangun 4 Pabrik Coal Upgrading
Agustina Melani

INILAH.COM, Jakarta - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) akan membangun empat pabrik coal upgrading. Saat ini, satu pabrik coal upgrading sudah dibangun dengan kapasitas 1 juta MT per tahun.

"Pabrik tersebut diharapkan bisa berproduksi pada semester kedua 2010," ujar Sekretaris Perusahaan PT Bayan Resources Tbk, Jenny Quantero, Rabu (9/6). Nilai investasi untuk satu pabrik sekitar US$68. Pabrik tersebut berada di Kalimantan. Perseroan juga dikabarkan mengincar 3 hingga 4 kuasa penambangan di Kalimantan.

Sebelumnya perseroan menganggarkan belanja modal sekitar US$50 juta-US$60 juta. Belanja modal akan digunakan untuk perluasan dermaga, conveyor, perluasan tempat penimbunan wahana, dan pembelian tongkang. Perseroan juga menargetkan penjualan batubara tumbuh 17% atau sekitar 14 juta MT-16 juta MT pada 2010.

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bayan Resources Tbk memutuskan untuk tidak membagi dividen 2009. Seperti diketahui, perseroan mencatatkan laba bersih 2009 sekitar Rp136,29 miliar dan pendapatan sekitar Rp7,75 triliun pada 2009. [mel/hid]

Tuesday, June 8, 2010

TLKM Masih Berpotensi Mempertahankan Pangsa Pasar

TLKM mentargetkan penyelesaian transaksi kesepakatan pembelian tower sebanyak 9.000 menara dengan pihak SingTel akan rampung pada akhir tahun ini. Adapun nilai kontrak tersebut setara dengan US$ 1.2bn. Untuk mendukung kinerja pertumbuhan di tahun tahun yang akan datang, perusahaan hingga kini masih aktif melakukan ekspansi khususnya pada infrastruktur yang mendukung jasa layanan telekomunikasi yang telah dan akan ditawarkan.

Pertumbuhan lini usaha seluler hingga akhir tahun ini diharapkan masih akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap total pendapatan Telkom. Hingga akhir tahun ini, perusahaan berharap akan membukukan kenaikan pelanggan sebanyak 10juta pelanggan atau menjadi 91juta pelanggan, dengan tetap mempertahankan market share diantara para pesaingnya. Sementara itu, rencana perusahaan untuk menggabungkan lini usaha seluler jaringan CDMA juga masih dalam taraf pembicaraan dan diharapkan akan rampung pada semester kedua tahun ini. Adapun bentuk kesepakatan apakah melakukan merger atau akuisisi juga masih dalam taraf perbincangan.

Pertumbuhan yang terjadi selama beberapa tahun terakhir didukung oleh jaringan infrastruktur yang mendukung serta kekuatan arus kas perusahaan termasuk bisnis model T.I.M.E masih akan menjadi beberapa sentiment positif pemicu pertumbuhan usaha perusahaan di tahun yang akan datang.

TLKM masih menjadi pemimpin didalam industrinya, baik dari sisi kekuatan neraca, maupun laporan laba rugi, hingga potensi pertumbuhan perusahaan di masa yang akan datang. Kami memprediksikan TLKM akan membukukan pertumbuhan pendapatan menjadi Rp 66.67tn (FY10F) atau terpaut cukup signifikan dibandingkan dengan rata rata proyeksi consensus sebesar Rp 70.76tn (FY10F). Adapun laba bersih perusahaan kami prediksikan akan mencapai menjadi Rp 11.80tn (FY10F) vs Rp 12.57tn (rata rata konsensus). Kami masih memiliki sudut pandang yang optimis dan konsisten dengan rekomendasi BUY dengan target harga sebsar Rp 9.200 per lembar saham.

Akuisisi Bakrie Sumatera Plantation (UNSP)

UNSP tampaknya masih harus menggeser jadwal akuisisi anak perusahaan PT Domba Mas. Semula dijadwalkan pengalihan kepemilikan akan tuntas pada bulan Mei. Namun pada rapat umum pemegang saham tahunan Direktur Utama UNSP menyebutkan pihaknya belum mentandatangani perjanjian jual beli. Dengan kata lain, jadwal penuntasan transaksi tidak terpenuhi. Meski demikian, UNSP menegaskan masih berminat dan akan menuntaskan transaksi pengalihan kepemilikan.

Pada intinya UNSP berencana masuk pada bisnis hilir kelapa sawit dengan pengakuisisian anak perusahaan Domba Mas. Anak perusahaan Domba Mas yang menjadi target akuisisi UNSP merupakan perusahaan yang bergerak pada industri oleochemical. Oleochemical merupakan produk turunan dari kelapa sawit yang menjadi bahan baku bagi produk kosmetik, detergen dan produk perawatan kulit.

Oleochemical merupakan bahan baku personal care dan detergent yang termurah dibandingkan dengan bahan baku lainnya sehingga mempunyai daya saing yang baik dan prospek bisnis yang baik. Sehingga kami melihat pengakuisisian Domba Mas dapat memberikan kontribusi yang positif bagi perusahaan.

Pada tahun ini kami memproyeksikan anak perusahaan Domba Mas belum memberikan kontribusi yang positif pada penjualan UNSP dan demikian juga laba bersih. Sebaliknya, kami berasumsi konservatif bahwa anak perusahaan Domba Mas akan menambah biaya beban bunga hutang. Terbantu dengan membaiknya harga komoditas baik karet dan kelapa sawit dan dibarengi dengan volume penjualan yang lebih baik baik output kelapa sawit dan karetnya, kami
melihat penambahan beban bunga hutang tidak melemahkan posisi arus kas UNSP. Perhitungan harga wajar setelah proyeksi keuangan menurut kami berada di Rp 725. Valuasi PER dan Ev/Ha UNSP juga cukup menarik, oleh sebab itu kami merekomendasikan BUY untuk UNSP.

PTPP Raih Kucuran Kredit dari BBNI

PTPP memperoleh kucuran kredit dari PT Bank Negara Indonesia Tbk senilai Rp500 miliar. Pinjaman tersebut digunakan untuk mendukung tambahan modal kerja dalam membiayai sejumlah proyek yang dimiliki perseroan. Fasilitas kredit itu diberikan dalam bentuk pinjaman tunai (cash loan) Rp250 miliar dan pinjaman bukan tunai (non-cash loan) Rp250 miliar. Fasilitas kredit nontunai diberikan dalam bentuk garansi bank, letter of credit (L/C) dan surat kredit berdokumen dalam negeri dan L/C siaga yang akan digunakan sebagai pejaminan tender dan uang muka serta untuk pelaksanaan dan pemeliharaan proyek tersebut.

Kami menilai dengan diberikannya kredit dalam jumlah yang sangat besar dari Bank BNI menunjukkan bahwa PTPP dipercaya untuk menggunakan hutang yang diberikan dengan sangat baik. Dengan adanya pinjaman dari bank BUMN tersebut akan memberikan ruang gerak yang leluasa bagi PTPP untuk terus meningkatkan pertumbuhan kinerjanya. Perseroan terus berupaya untuk meningkatkan efisiensi antara lain dengan melakukan inovasi pada setiap proyek yang dikerjakannya. PTPP telah memiliki reputasi yang baik dalam pengerjaan proyek berupa gedung-gedung tinggi.

Untuk kinerja tahun 2010F kami perkirakan PTPP akan membukukan pendapatan Rp5,7 trilyun dengan laba bersih Rp206 milyar. Target harga saham PTPP adalah Rp850 dengan menggunakan metode DCF. Rekomendasi: BUY.