PT Recapital Securities akan memiliki saham PT Bank Eksekutif sebanyak 61,71% melalui rights issue yang akan dilakukan pada 26 Juli mendatang. Jumlah tersebut berkurang dari rencana awal sebesar 85%.
"Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa menyetujui rencana penawaran Umum Terbatas atau Right Issue. Recapital akan menjadi salah satu pembeli siaga dengan 61,71 persen saham," ujar Direktur Utama Bank Eksekutif, Gandi Ganda Putra usai RUPSLB Bank Eksekutif di Jakarta, Rabu (30/6) malam.
Seperti yang diketahui, Perusahaan akan melakukan rights issue dalam rangka Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak 5,1 miliar (5.122.500.000) lembar saham biasa.
Gandi menuturkan pembeli siaga lainnya adalah IF Services Netherlands B.V, sebuah perusahaan asal Belanda yang basis bisnisnya ada investasi dan obligasi.
Gandi mengaku tidak mengetahui alasan Recapital mengurangi porsi saham yang dibelinya. Pasalnya keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan recapital. "Kalau untuk pengurangan, itu domainnya Recapital," tukasnya.
Gandhi menuturkan dana yang akan diperoleh sebesar Rp512,2 miliar akan digunakan untuk penerapan rencana bisnis k edepan, khususnya dalam rencana pengembangan model bisnis baru, yaitu pengembangan pilar bisnis kredit UMKM.
Selain untuk rencana bisnis, dana hasil rights issue juga akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan agar tingkat Capital Adequacy Ratio dapat meningkat menjadi sekitar 39%, jauh di atas sesuai dengan ketentuan minimal yang dipersyaratkan oleh Bank Indonesia.
Adapun alokasi penggunaan dana setelah dikurang biaya-biaya Penawaran Umum Terbatas I sekitar 84% akan digunakan sebagai modal kerja untuk meningkatkan pemberian kredit yang akan difokuskan kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sekitar 12% akan digunakan untuk menambah jumlah jaringan operasional dengan melakukan pembukaan kantor cabang dan kantor cabang pembantu. Sedang sebanyak 4% akan digunakan untuk pengembangan teknologi berupa pembelian hardware, software untuk meningkatkan sistem informasi teknologi operasional.
Wednesday, June 30, 2010
Recapital Akan Kuasai 61% Saham Bank Eksekutif
MORNING NEWS
Dow telah jatuh 3,5 persen pada Juni dan untuk kuartal tersebut, bahkan bernasib buruk kehilangan 10 persen kerugian kuartalan terburuk sejak penurunan 13 persen pada kuartal pertama 2009. Indeks teknologi Nasdaq tergelincir 25,94 poin (1,21 persen) ke 2.109,24 dan pasar lebih luas indeks S&P 500 merosot 10,53 poin (1,01 persen) menjadi 1.030,71, berakhir di bawah level teknikal penting 1.040.
Produsen Kertas Kiani Tertarik Beli saham KBRI
INILAH.COM, Jakarta - Produsen kertas Kiani dikabarkan akan membeli saham PT Kertas Basuki Rachmat Tbk (KBRI) pada harga Rp125 per lembar saham.
Pemilik produsen kertas Kiani dikabarkan akan memiliki 40% saham KBRI dan akan masuk dalam jajaran komisaris KBRI. Pada perdagangan Rabu (30/6), saham KBRI ditutup pada kisaran Rp64 dengan volume transaksi 66,31 juta. [cms]
PT Leo Investments Tbk Akan Akusisi Saham Perusahaan Nikel
INILAH.COM, Jakarta - PT Leo Investments Tbk (ITTG) akan merealisasikan akuisisi seluruh saham perusahaan tambang nikel PT Agra Morini Indah (AMI).
Hal tersebut membuat harga saham ITTG akan dikerek ke level Rp200-Rp250 dalam waktu dekat. Seperti diketahui, AMI memproduksi sedikitnya lima juta ton metrik ton nikel di kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara dengan kadar 1,6%. Pada perdagangan Rabu (30/6), saham ITTG ditutup menguat 11 poin ke level Rp131. Total saham yang ditransaksikan 6,3 juta senilai Rp802,35 juta. [cms]
Dubai Fund Akan Akusisi Saham CSAP
INILAH.COM, Jakarta - Dikabarkan Dubai Fund akan mengakuisisi saham PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) di harga Rp125 pada awal Juli 2010.
PT Catur Sentosa Adiprana Tbk juga dikabarkan akan ekspansi ke segmen distribusi kimia dan industri makanan. Pada perdagangan saham kemarin, saham CSAP ditutup menguat lima poin ke level Rp89. Total saham yang ditransaksikan 6,75 juta senilai Rp593,68 juta. [cms]
Menu Bursa Hari Ini
Pilih Tiga Saham Bank & SMGR
Natascha & Vina Ramitha
INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham pada perdagangan Kamis (1/7) diperkirakan melanjutkan penguatan. Selective buy saham perbankan BBRI, BBTN dan AGRO, serta semen SMGR.
Analis Bhakti Sekuritas Reza Nugraha memprediksikan bursa saham akan melanjutkan penguatan perdagangan kemarin dan menguji level resistan 2.920. Potensi kenaikan mengingat Indonesia tidak mengalami pelambatan ekonomi seperti China yang sempat menyebabkan sentimen negatif.
“Juga tidak seperti AS yang beberapa waktu belakangan ini data-data perekonomiannya memburuk. Indonesia masih bisa terus tumbuh hingga akhir tahun ini, karena kuatnya permintaan domestik,” katanya kepada INILAH.COM, Rabu (30/6) petang.
Kesempatan ini bisa digunakan untuk membeli aset-aset di Indonesia. Reza menyarankan untuk memiliki saham-saham perbankan Tanah Air yang menjadi the best performance di Asia. Non performing loan (NPL) perbankan mencapai rekor terendah, namun provisi cadangan tinggi.
“Kinerja perbankan Indonesia sangat menarik. Pilih PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Tabungan Negara (BBTN) dan PT Bank Agroniaga (AGRO),” katanya.
Harga saham BBRI dan BBTN, dari sisi valuasinya tergolong wajar untuk dikoleksi. Terutama karena BBRI berencana melakukan stock split serta pembagian deviden pada 9 Juli mendatang. “Bank pelat merah ini diperkirakan memberikan porsi dividen yang cukup tinggi,” lanjut Reza.
Sementara BBTN berpotensi mengalami peningkatan pendapatan bunga karena pertumbuhan properti tahun ini diprediksikan mencapai double digit. “Pembiayaan kredit properti mayoritas melalui BBTN,” imbuhnya.
Sementara untuk AGRO, investor bisa mengantisipasi tender offer yang bisa dipastikan akan diakusisi BBRI lebih dari 50%. Diperkirakan tender offer terjadi pada dua kali lipat harga price book value atau kira-kira di atas Rp200. “Masih wajar untuk dikejar hingga harga tersebut,” kata Reza.
Selain itu, ia juga merekomendasikan saham infrastruktur dari sektor semen, yakni PT Semen Gresik (SMGR). Perusahaan ini rasio net gearing-nya kecil sehingga sahamnya menarik bagi investor. Apalagi menguasai pasar domestik. “Saya merekomendasikan buy,” pungkasnya.
Pada penutupan perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan berhasil menghalau pengaruh negatif dengan mengalami penguatan 30,310 poin (0,70%) ke level 2.913,86 ditopang saham PT Astra Internasional (ASII) yang menguat Rp800 ke Rp48.300 serta sektor perbankan naik 4,80 poin ke level 377,18.
Nilai transaksi mencapai Rp2,64 triliun dengan volume perdagangan 2,965 miliar lembar saham ditopang oleh 132 saham menguat, 66 melemah dan 71 saham stagnan. [mdr]
IQplus (1/7) - PT Asia Natural Resources Tbk (ASIA) mendapatkan pinjaman sebesar 10 juta SGD dari perusahaan asal Singapura Crest Capital untuk trading batubara. "Kita mendapatkan pinjaman dari Crest Capital untuk membeli batubara sekitar 10 juta SGD dan kita akan ekspor ke China mulai semester kedua, kontrak ke China dilakukan selama satu tahun," ujar Presiden Direktur PT Asia Natural Resources Tbk, Paulus Junanda.
IQplus (1/7) - Clipan Finance memutuskan untuk membagikan dividen Rp15 per saham. keputusan itu diambil dalam RUPS perseroan rabu. Dwi Janto Vice President perseroan mengatakan dividen total sebesar 26 persen dari laba bersih tahun lalu yang Rp150,25 miliar.Pada tahun 2008 perseroan hanya membagi dividen Rp5 per saham.
IQplus (1/7) - Selamat Sempurna menurunkan nilai emisi obligasinya dari Rp300 miliar menjadi Rp240 miliar dan juga suku bunganya. Keterangan perseroan kamis menyebutkan obligasi II tahun 2010 terdiri dari 3 seri yakni seri A, B dan C dengan nominal Rp80 miliar yang berjangka waktu 370 hari, 3 dan 5 tahun. Masa penawaran dilakukan pada 2-6 Juli dan pencatatan 9 Juli 2010.
IQplus (1/7) - PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait dengan pasokan batu bara.Berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani kedua BUMN itu, Bukit Asam berkomitmen memasok batu bara kalori peringkat rendah dalam 20 tahun sejak 2011.
Dalam siaran pers, Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Achmad Sudarto mengatakan pemasokan komoditas itu dilakukan secara bertahap sampai dengan 9 juta ton per tahun dan atau sejumlah yang akan disepakati kemudian. Spesifikasi batu bara itu adalah dengan kalori berkisar 4.700 kcal-5.000 kcal/kg (ADB) atau setara dengan 3.570 kcal-4.588 kcal/kg.
Thursday, June 24, 2010
MORNING NEWS
Indeks teknologi Nasdaq merosot 36,81 poin (1,63 persen) menjadi 2.217,42 dan pasar yang lebih luas indeks S&P 500 kehilangan 18,35 poin (1,68 persen) pada 1.073,69. "Pemunculan kembali ketakutan utang zona euro, rekor terjun penjualan rumah baru AS yang mengecewakan kemarin dan revisi Federal Reserve untuk penilaian ekonomi membayangi beberapa laporan ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan," kata analis Charles Schwab & Co dalam sebuah catatan kepada kliennya. Masalah fiskal Eropa juga memperburuk sentimen, kata Scott Marcouiller dari Wells Fargo Advisors.
IQplus (25/6) - Harga minyak sedikit menguat pada Kamis, di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa pemulihan ekonomi AS melemah. Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Agustus naik 16 sen menjadi ditutup pada 76,51 dolar per barel.
Kontrak berjangka Amerika Serikat telah jatuh dalam dua sesi lalu karena pedagang tampak lebih "bearish" tentang prospek untuk pemulihan ekonomi di AS dan global.
Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus naik 20 sen menjadi mantap pada 76,47 dolar per barel. "Ini menjadi hari yang sangat berombak," kata Tom Bentz, analis dari BNP Paribas di New York. "Anda masih punya banyak pesimisme tentang perkembangan ekonomi selama seminggu terakhir atau lebih -- itu yang menaruh beberapa tekanan pada minyak. "
Castle Capital Tambah Saham MDLN
INILAH.COM, Jakarta - Khabar di pasar menyebutkan harga saham PT Moderland Realty Tbk (MDLN) bakal dikerek bandar menuju Rp343.
Hal ini terkati dengan rencana pemegang saham perseroan Castle Capital Holding Inc yang berniat menambah kepemilikan saham dari 8,86% menjadi 25%. Kabarnya lagi, Castle Capital bakal menyuntikkan dana ke perseroan untuk mendukung ekspansi perseroan tahun ini.
Pada penutupan perdagangan bursa kemarin harga saham MDLN ditutup naik 8 poin ke RP138. [san/cms]
Cermati Saham RODA
INILAH.COM, Jakarta - Pelaku pasar bakal memburu saham PT Royal Oak Development Asia Tbk (RODA) yang berencana masuk ke sektor energi.
Khabarnya, Perseroan dalam waktu dekat ini berniat mengakuisisi perusahaan batubara. Selain itu, Perseroan juga akan mengambil alih perusahaan properti. Bandar disebut-sebut akan mengkerek saham RODA menuju Rp75-100.
Sementara itu, pada penutupan perdagangan bursa kemarin harga saham RODA ditutup naik 1 poin ke Rp53. [san/cms]
IQplus (25/6) - Berlian Laju Tanker menargetkan raihan dana sebesar Rp1.225.232.851.700 dari right issue 5.569.240.235 dengan harga nominal Rp62,2 per saham dan harga penawaran Rp220 per saham. Dimana setiap pemegang 1 saham yang namanya tercantum hingga 9 Juli berhak membeli 1 saham baru. Pembeli siaga adalah Danatama Makmur, Deutsche Bank Singapura, DNB NDR Bank Singapura, dan Standchart singapura. Perdagangan HMETD dijadwalkan pada 13-28 Juli 2010.
IQplus (25/6) - Arpeni Pratama Ocean Line tahun ini akan membeli tujuh kapal baru senilai $351 juta dimana 80 % kebutuhan dana akan diperoleh dari pinjaman bank. Menurut direktur perseroan Ateng Suhendra perseroan sudha mendapatkan pinjaman dari bank luar negeri sebesar $280 juta dan sisanya akan menggunakan kas internal perseroan. Pinjaman itu berasal dari UOB, ANZ Bank, Credit Suisse, NFC dan Tessi serta DVD.
IQplus (25/6) - Royal Oak melalui anak perusahaanya yakni PT Transpasific Mutrualcapita telah menjual saham yang dimiliki dalam PT Transpasific General Insurance sejumlah 1.194 saham, demikian keterangan perseroan jumat. Transaksi penjualan itu sebesar Rp5.970.000.000.
IQplus (25/6) - Indika Energy telah mendirikan sebuah anak perusahaan baru yakni PT Indika
Energy Infrastructure, demikian dikatakan Dedi Happy Hardy sekretaris perusahaan jumat. Perusahaan ini efektif berdiri sebagai pada hukum terhitung 22 Juni 2010.
IQPlus (25/6) - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat PT Truba Jaya Engineering (TRJE atau Perusahaan) dan obligasi I/2007 senilai Rp200 milyar yang akan jatuh tempo pada tanggal 8 Juli 2010 menjadi "idBB+" dari "idBBB+". Penurunan peringkat ini dilakukan karena terbatasnya likuiditas dan fleksibilitas keuangan Perusahaan. Meskipun Perusahaan melaporkan saldo kas sebesar Rp305,9 milyar per 31 Mei 2010, likuiditas Perusahaan masih dalam tekanan karena total hutang jangka pendek yang harus dibayar tahun ini berjumlah Rp455,7 milyar.
Sementara itu, Perusahaan belum mendapatkan kepastian atas rencana penambahan hutang bank baru karena sampai saat ini Perusahaan belum memperoleh komitmen dari bank. Peringkat tersebut ditempatkan pada Credit Watch dengan implikasi negatif untuk menunjukkan kekhawatiran atas kemampuan Perusahaan untuk membayar obligasi yang akan jatuh tempo. PEFINDO akan terus melakukan pemantauan terkait dengan persiapan Perusahaan untuk membayar obligasi yang jatuh tempo. Demikian informasi menurut PEFINDO, Jumat. Adapun periode peringkat tersebut adalah dari tanggal 22 Juni 2010 sampai dengan tanggal 1 November 2010.
Wednesday, June 23, 2010
MORNING NEWS
Sentimen pasar berkurang setelah pemerintah mengatakan penjualan rumah baru turun 32,7 persen dari bulan sebelumnya menjadi 300.000 pada Mei, meningkatkan prospek perlambatan pemulihan ekonomi. Selain itu, pernyataan oleh para pembuat kebijakan Federal Reserve setelah pertemuan dua hari "ditimbang dengan pandangan murung terutama terhadap perekonomian," kata analis Elizabeth Harrow dari Schaeffer`s Investment Research. Tapi analis di Charles Schwab & Co mengatakan bahwa "sementara The Fed menurunkan penilaian ekonomi dengan memperhatikan kondisi pasar keuangan yang kurang mendukung, mempertahankan suku bunga rendah di tengah ketidakpastian global diambil positif oleh beberapa pedagang."
IQplus (24/6) - Federal Reserve (Bank Sentral) AS mempertahankan suku bunga utama di terendah sepanjang sejarah pada Rabu, sesuai perkiraan secara luas, dan mengatakan ekonomi masih terus pulih dari resesi. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengatakan bahwa pihaknya mempertahankan target suku bunga dana federal antara nol dan 0,25 persen dan akan tetap di sana "untuk masa diperpanjang."
"Informasi yang diterima sejak Komite Pasar Terbuka Federal bertemu pada April menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi berjalan dan bahwa pasar tenaga kerja meningkatkan secara bertahap," kata panel pembuat kebijakan dalam sebuah pernyataan. FOMC "terus mengantisipasi kondisi ekonomi, termasuk tingkat pemanfaatan sumber daya yang rendah, tren inflasi, dan harapan inflasi stabil, kemungkinan untuk menjamin tingkat yang sangat rendah dari dari bunga federal fund untuk jangka waktu yang diperpanjang." The Fed menurunkan suku bunganya ke titik terendah dalam sejarah pada Desember 2008, setahun setelah ekonomi terbesar di dunia tergelincir ke dalam resesi.
IQplus (24/6) - Harga minyak dunia merosot pada Rabu, karena estimasi cadangan Amerika Serikat lebih tinggi dari yang diperkirakan dan tanda-tanda yang terbatas dari pemulihan ekonomi. Di New York kontrak berjangka utama minyak mentah, jenis light sweet untuk pengiriman Agustus, merosot 1,50 dolar menjadi 76,35 dolar per barel. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus jatuh 2,13 dolar menjadi 76,27 dolar per barel pada transaksi sore hari. Departemen Energi Pemerintah AS (DoE) mengatakan Rabu, bahwa cadangan minyak mentah Amerika melonjak sebesar 2,0 juta barel pada pekan yang berakhir 18 Juni menunjukkan lemahnya permintaan energi. Itu mengejutkan pasar karena perkiraan untuk turun tajam 1,0 juta barel, menurut analis yang disurvei oleh Dow Jones Newswires.
Stok Bensin turun 800.000 barel, yang mengalahkan proyeksi naik 300.000 barel. "Kami punya laporan beragam lain, sejak angka produk yang mendukung yang dibayangi meningkatnya cadangan minyak mentah," kata analis Andrey Kryuchenkov dari VTB Capital. "Kami masih memperkirakan peningkatan jumlah bensin dari sini dan ke dalam kuartal ketiga, dengan musim berkendara musim panas AS dalam ayunan penuh dan dengan tren musiman utuh."
IQplus (24/6) - Mayoritas saham jepang turun setelah penjualan rumah AS turun lebih dari perkiraan dan Fed mengindikasikan bahwa krisis utang di eropa akan memukul pertumbuhan ekonomi.
Saham Nissan Motor turun 1,1 persen.Sony Corp turun 0,8 persen dan Nippon Yusen turun 1,2 persen. Nikkei 225 turun 0,1 persen menjadi 9911,70 jam 9:16 waktu tokyo dan topix bergerak tipis di 880,38.
IQplus (24/6) - Penjualan rumah baru keluarga tunggal di Amerika Serikat merosot hampir 33 persen pada Mei ke rekor terendah setelah berakhirnya keringanan pajak, data pemerintah menunjukkan Rabu. Departemen Perdagangan mengatakan penjualan rumah baru untuk keluarga tunggal disesuaikan musiman tingkat tahunan mencapai 300.000 pada Mei, 32,7 persen di bawah revisi April pada 446.000.
Kecepatan ini yang paling lambat sejak Januari 1963, ketika departemen memulai serangkaian data, dan jauh di bawah rata-rata perkiraan analis 430.000. Mundurnya penjualan rumah baru diperkirakan setelah pembeli bergegas untuk memenuhi batas waktu 30 April untuk kontrak menjadi ditandatangani, mendorong kenaikan penjualan April.
Penjualan rumah baru, yang dilaporkan pada penandatanganan kontrak, telah melonjak pada Maret dan April. Tapi departemen merevisi turun tajam perkiraan semula. Harga jatuh untuk kedua bulan berturut-turut pada Mei. Harga rata-rata jatuh 1,0 persen menjadi 202.900 dolar, tingkat terendah sejak Desember 2003. Pasokan rumah baru untuk dijual pada akhir Mei adalah 213.000, mewakili persediaan 8,5 bulan pada laju penjualan saat ini. Pada April kecepatan itu 5,8 bulan, dengan 214.000 rumah di pasar.
Cermati Saham OKAS
INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Ancora Resources Tbk (OKAS) bakal diburu bandar terkait keberhasilan anak usaha, PT Bormindo Nusantara mendapat kontrak dari perusahaan tambang emas dan tembaga.
Bormindo mendapat proyek dari PT Newmont Nusa Tenggara dan PT Freeport Indonesia senilai US$70 juta. Di samping itu, UBS Singapura berniat untuk membeli saham Perseroan melalui private placement dan diperkirakan akan mendongkrak harga saham Perseroan menuju Rp500.
Pada penutupan perdagangan bursa kemarin harga saham OKAS ditutup naik 35 poin ke Rp330. [san/cms]
Investor Malaysia Incar Saham APLI
INILAH.COM, Jakarta - Khabar di pasar menyebutkan ada sejumlah bandar yang akan mengkerek saham PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) menuju Rp150-200.
Hal ini seiring dengan khabar perusahaan Malaysia tengah bernegosiasi dengan perusahaan. Perusahaan asal Negeri Jiran ini berminat untuk mengakuisisi saham pemiliki lama Perseroan sebesar 15,37% pada PVB Rp150. Selain itu, proyeksi pertumbuhan laba 2010 meningkat 15% turun memberikan sentimen positif.
Sementara itu, pada penutupan perdagangan bursa kemarin harga saham APLI ditutup naik 22 poin ke Rp102. [san/cms]
BUMI Gelar RUPST dan RUPSLB Hari Ini
Agustina Melani
INILAH.COM, Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan menggelar hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Kamis (24/6) ini.
Pada RUPST dan RUPSLB akan meminta persetujuan pemegang saham antara lain persetujuan atas laporan pertanggungjawaban direksi atas jalannya Perseroan untuk tahun buku 31-12-2009, pengesahan neraca dan perhitungan laba/rugi untuk tahun buku 31-12-2009, persetujuan untuk rencana penggunaan laba Perseroan untuk tahun buku 2009 dan penunjukan akuntan publik untuk tahun buku 31-12-2010.
Sementara itu, Perseroan dalam RUPSLB akan meminta persetujuan untuk menjaminkan atau mengagunkan atau membebani dengan hak jaminan kebendaan sebagian seluruh aset atau harta kekayaan Perseroan yang dimiliki secara langsung atau tidak langsung kepada para kreditur, baik kreditur perseroan pada anak perusahaan. Perseroan juga akan meminta persetujuan untuk penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu sesuai peraturan Bapepam-LK No.IX.D dan persetujuan perubahan struktur permodalan serta perubahan anggaran dasar sehubungan anggaran struktur dengan perubahan struktur pemodal tersebut dan pengangkatan kembali susunan direksi perseroan.
Seperti diketahui, BUMI juga akan melakukan non preemtive rights untuk mengurangi utang Perseroan. [cms]
‘Non Preemptive Issue’ Siap Dongkrak BUMI
Ahmad Munjin
INILAH.COM, Jakarta - Saham BUMI, Kamis (24/6) diprediksikan menguat seiring utang perseroan yang dikonversi jadi saham baru hasil non preemptive issue. Kondisi market pun kondusif. Akumulasi beli BUMI!
Pengamat pasar modal, Aji Martono mengatakan, potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini salah satunya dipicu kabar adanya pihak-pihak yang berpotensi menyerap 10% saham baru yang akan diterbitkan senilai Rp4,59 triliun. Di antaranya China Invesment Corporation (CIC), Credit Suisse, Raiffeisen dan JP Morgan.
Menurutnya, dengan tambahan 10% saham baru, BUMI akan memperkuat performance. Sebab, di satu sisi terjadi penambahan saham, tapi di sisi lain terjadi pengurangan utang.
“Karena itu, BUMI akan bergerak dalam kisaran support Rp1.830 dan Rp2.000 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (23/6) malam.
Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup melemah Rp20 (1,03%) jadi Rp1.910 dibandingkan sebelumnya di level Rp1.930. Harga tertingginya mencapai Rp1.930 dan terendahnya Rp1.880. Volume transaksi mencapai 124,6 juta unit saham senilai Rp236,7 miliar dan frekuensi 3.715 kali.
Seperti diketahu, BUMI berencana menerbitkan 1,94 miliar saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias non-preemptive issue. Harga pelaksanaan ditetapkan Rp2.366 per saham atau totalnya senilai Rp 4,59 triliun. Nilai tersebut akan dikonversikan terhadap utang-utang perseroan.
Perseroan saat ini masih dalam tahap akhir finalisasi dengan para kreditur terkait rencana tersebut. Adapun pelunasan, dapat dilakukan pada satu atau lebih kreditur. Hal itu sangat tergantung pada kesepakatan perseroan dengan masing-masing kreditur. “Dengan 4 kreditur menjajaki konversi utang menjadi 10% saham baru, tentu akan sangat positif bagi saham BUMI,” tambah Aji.
Sebab, lanjut Aji, secara cashflow, akhirnya BUMI akan terselamatkan. Karena itu, ke depannya, saham BUMI akan mengalami penguatan. Bagaimanapun PT Arutmin, anak usaha BUMI, masih menjadi andalan sektor batubara Indonesia.
“Itulah yang menjadi alasan CIC dan kreditur lainnya yang berpikir jangka panjang. Daripada hold BUMI, lebih baik mengonversi utang emiten itu menjadi sahamnya,” ucapnya.
Konversi utang jadi saham (debt equtity swap) harus disetujui melalui RUPSLB terlebih dahulu. Sehingga, inilah yang akhirnya akan membuat cash flow BUMI jadi lebih menarik. “Meskipun, pemegang saham lama terdilusi dengan sendirinya,” tukasnya.
Sentimen positif itu, diperkuat kondisi market yang berpotensi positif. Sebab, laju bursa regional dan global pun akan positif. Begitu juga harga komoditas. Sebab, batubara merupakan produk kedua setelah minyak bumi. Kebutuhan akan batubara seperti India, China, dan dalam negeri masih cukup besar. “Secara fundamental BUMI memiliki prospek cukup bagus,” tandas Aji.
Saat ini, lanjutnya, IHSG mengikuti pergerakan market global. Kemarin, di akhir perdagangan, bursa regional berbalik arah menguat hingga hampir ditutup positif. Begitu juga dengan IHSG yang hanya minus 9 poin. Tak terkecuali pergerakan saham BUMI. “Walaupun, pada akhirnya masih ditutup negatif di level Rp1.910,” timpalnya.
Lebih jauh Aji mengatakan, selama dua hari terakhir saham BUMI turun. Tapi, secara teknikal penurunan ini belum mencapai titik support-nya di level Rp1.830. Sehingga saham sejuta umat secara teknikal berpotensi menguat. “Perdagangan hari ini, BUMI akan volatile cenderung menguat,” tambahnya.
Aji merekomendasikan akumulasi beli atas BUMI untuk jangka panjang. Tapi, untuk jangka pendek, sebaiknya investor melakukan trading buy on support. “Jika saham ini turun dan kemudian naik bisa jadi alasan untuk trading,” pungkas Aji. [mdr]
IQplus (24/6) - Intiland Development telah melakukan penjualan 100 persen saham PT Grand Interwisata yang merupakan anak usaha perseroan. Menurut Theresia Rustandi sekretaris perusahaan penjualan dilakukan kepada PT Sejahtera Saktinusa senilai Rp158 miliar. Transaksi ini mencakup pengalihan hutang PT Grand Interwisata sebesar Rp21,28 miliar kepada Sejahtera sehingga total transaksi mencapai Rp179.280.000.000. Nilai transaksi ini telah disepakati berdasarkan penilaian PT Colliers International atas aset yang dimiliki Grand Interwisata. Penjualan saham ini merupakan realisasi dari strategi divestasi aset non core dan low yielding perseroan.
Cermati Penguatan Saham CPRO
INILAH.COM, Jakarta - Menggeliatnya saham PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO) dalam tiga hari terakhir disinyalir terimbas sentimen revitalisasi tiga tambak plasma yang rampung tahun ini. Namun ada khabar sejumlah bandar tengah menggoreng saham ini.
Analis PT Lauthandana Securindo, Willy Sanjaya menelisik saham produsen udang ini sudah mengalami kenaikan sejak awal Juni 2010. Dimulai dari harga sahamnya menguat pada posisi Rp57 per saham hingga perdagangan sesi I menunjukan lonjakan 3,57% ke level Rp58.
“Namun saya tidak mengetahui apakah kenaikan ini disebabkan para bandar sengaja menaikkan saham CPRO atau revitalisasi tambaknya yang sudah menunjukkan perbaikan,” ujar Willy kepada INILAH.COM, Jakarta, Rabu (23/6).
Sekedar mengingatkan pada 15 Mei 2010 perseroan masih melanjutkan revitalisasi tambak plasma PT Aruna Wijaya Sakti (AWS), PT Centralpertiwi Bahari (CPB) dan PT Wachyuni Mandira (WM).
Willy melihat jika revitalisasi tambak CPRO sudah berjalan dan pemerintah memberikan dukungan finansial untuk melakukan perbaikan, saham ini akan menjanjikan. Revitalisasi akan membawa harga saham CPRO bisa menuju Rp100 per saham. “Karena kemajuan teknologi peternakan udang makin hebat, asalkan areal peternakan tetap terjaga dengan air payaunya,” bebernya.
Analis lain menyebutkan, menggeliatnya harga saham CPRO lantaran antisipasi Standstill Agreement CPRO yang akan berlaku efektif pada 28 Juni 2010 tentang pembayaran pinjaman pokok sebesar US$325 juta.
Standstill Agreement ini dengan ketentuan pemegang obligasi tidak akan melaksanakan hak mereka untuk mempercepat jatuh tempo pembayaran pinjaman pokok tersebut. “Jadi jika perusahaan siap membayarnya, investor langsung bisa merespon harga sahamnya dengan membeli atau menjual,” ujar analis yang enggan disebutkan namanya.
Di sisi lain, pelaku pasar membisikkan kenaikkan saham CPRO memang sengaja digoreng sejumlah bandar, namun faktor tersebut bukan menjadi penunjang kenaikan utama. Kenaikan terdorong induk perusahaannya, yakni PT Charoen Pokphan (CPIN) menuju level Rp3.600 lantaran permintaan tinggi akan pakan ternak di Thailand.
CPRO merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri dan perdagangan unggas, udang, dan makanan ikan. Melalui anak perusahaannya, perseroan juga mengelola pertenakan udang dan unggas, memproduksi dan menjual tas plastik tenunan serta alat-alat peternakan.
Berdasarkan data Dunia Investasi per Juni 2010 tercatat Danareksa Sekuritas (OD) paling aktif membeli saham CPRO. Pada 2 Juni 2010, awal mula investor lokal Danareksa membeli 110.000 lembar senilai Rp5.500.
Transaksi pembelian masih berlangsung hingga 22 Juni 2010. Transaksi pembelian terbanyak terjadi pada 18 Juni sebanyak 53,397 juta lembar saham senilai Rp3,483 juta sedangkan 22 Juni pembelian hanya sebanyak 7,841 juta lembar senilai Rp445,811.
Pada perdagangan Rabu (23/6), harga saham CPRO menguat Rp2 (3,57%) ke level Rp58 dengan volume sebesar 273.044 senilai Rp8,004 miliar.
Tuesday, June 22, 2010
MORNING NEWS
IQPlus(23/6) -Bursa saham Eropa melemah pada Selasa, karena aksi ambil untung, dengan indeks FTSE 100 di London merosot 0,98 persen menjadi ditutup pada 5.246,98 poin. Di Paris, indeks CAC 40, jatuh 0,83 persen menjadi berakhir pada 3.705,32 sedangkan di Fraknfurt, indeks DAX, menyerah 0,38 persen dan ditutup pada 6.269,04.
Harga Minyak Melemah
Mosi Retnani Fajarwati
INILAH.COM, New York - Harga minyak melemah pada perdagangan Selasa (22/6), dipicu oleh euforia berlebih atas perubahan kebijakan terhadap yuan.
Harga minyak akan menjadi murah di Cina dengan adanya keputusan tersebut dan diharapkan akan menaikkan konsumsi minyak. Namun, beberapa analis kawatir, hal ini malah akan mengganggu ekspor dan berdampak
pada proses pemulihan ekonomi di Cina.
Produsen minyak dunia sebagian besar menjual minyaknya ke Cina, India, dan negara berkembang lainnya, sepanjang permintaan minyak di AS masih minim dengan belum pulihnya ekonomi disana.
Harga minyak untuk kontrak Juli turun 61 sen ke US$77,21 per barel berdasar New York Mercantile Exchange (Nymex). Hari Selasa merupakan hari terakhir perdagangan untuk kontrak Juli.
Pada perdagangan lainnya di Nymex, minyak cair turun 3,3 sen ke US$2.1129 per galon, dan gasoline naik 0,93 sen ke US$2,1335 per galon. Harga Brent turun 78 sen ke US$78,04 di London, berdasar ICE futures. [mre/san/cms]
IQplus (23/6) - Menteri Keuangan AS Timothy Geithner pada Selasa mengatakan, perekonomian AS "masih akan melalui periode sangat sulit," karena ia memperingatkan dampak krisis itu akan "abadi".
"Jutaan orang Amerika masih mencari kerja dan menderita kerusakan dari resesi yang mendalam. Dampak dari krisis ini akan berlangsung," dia mengatakan dalam persiapan kesaksian untuk Kongres. Sementara menggemborkan kemajuan dalam stimulus pengeluaran pemerintah, Geithner menekankan Amerika Serikat masih belum keluar dari krisis. "Kebijakan pemerintah terus memainkan peran penting dalam memperbaiki kerusakan pada sistem keuangan kami, menjaga stabilitas dan memperluas ruang lingkup atas pemulihan keuangan untuk semua orang Amerika."
Rumor Bursa
Cermati Saham Truba
INILAH.COM, Jakarta - Sejumlah institusi asing asal Tingkok berminat menguasai mayoritas saham PT Truba Alam Manunggal Enginering Tbk (TRUB) seiring dengan banyaknya proyek perseroan.
Minat investor negara Tirai Bambu ini ditopang oleh salah satu direksi perseroan yang berasal dari negara tersebut. Proyeksi laporan keuangan perseoran yang bakal dirilis positif dalam waktu dekat ini dikaitkan dengan penguatan harga sahamnya.
Sementara itu, pada penutupan perdagangan saham kemarin harga saham GTBO ditutup stagnan di level Rp99. [san/cms]
Rumor Bursa
Rajawali Incar Garda (GTBO)
INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Garda Tujuh Buana Tbki (GTBO) akan ditarik bandar untuk jangka pendek ke level Rp150 atau 30% dari harga penawaran umum perdana atau IPO.
Hal itu kabarnya dipicu rencana Grup Rajawali yang akan terjun dalam bisnis batubara di perseroan. Rumor tersebut sudah tersebar di kalangan pasar modal yang menyebutkan Rajawali berhasrat untuk mengakuisisi saham perseroan.
Pada perdagangan saham kemarin harga saham GTBO ditutup naik 24 poin ke Rp94. [san/cms]
Pilih Saham Bank & Properti
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada transaksi Rabu (23/6) masih akan dibayangi pelemahan. Rekomendasi beli untuk saham lapis kedua seperti BTPN, BKSL dan ELTY.
Pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, potensi pelemahan bursa hari ini masih terbuka. Belum kuatnya kondisi fundamental makro, membuat indeks kembali lagi ke pola trading. "Potensi penguatan menembus level 3.000 pun, jadi tertunda lagi," ujarnya kepada INILAH.COM.
Menurutnya, sentimen positif dari China hanya akan berlangsung jangka pendek. Terutama karena ada pengetatan di sektor properti yang selama ini memacu pertumbuhan di negeri Tirai Bambu tersebut. "Kondisi yang memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia ini diperkirakan akan menghambat pergerakan naik harga saham," katanya.
Willy menambahkan, pola trading dan aksi profit taking di saham second liner, masih akan berlanjut hari ini. Di tengah situasi ini, ia menyarankan beli di harga rendah saham lapis kedua dari sektor properti. "Selain saham perbankan PT Bank Tabungan Pensiun Negara (BTPN) yang masih lagging," ucapnya.
Analis PT HD Capital Yuganur Wijanarko juga merekomendasikan saham properti seperti PT Bakrieland Development (ELTY) dan PT Sentul City (BKSL). Menurutnya, saham ELTY akan bergerak naik lagi dipicu spekulasi rights issue yang tidak lagi di rasio 17:10, namun 1:1. “Didukung stand by buyer yang cukup kuat, aksi korporasi ini menarik bagi investor karena dilusi tidak besar,” ujarnya.
Sementara BKSL juga dinilai Yuganur masih menarik. Selain didukung faktor fundamental, market saat ini mengantisipasi ELTY akan menambah 14% kepemilikan saham di BKSL milik Athena Offshore holding di harga Rp135-140 per lembarnya. “Kabar ini membawa sentimen positif bagi BKSL, sehingga akan ada penguatan lebih lanjut,” katanya.
Kabar terbaru menyebutkan bahwa ELTY sudah memiliki saham Bukit Jonggol di bawah level harga Rp136. Pasalnya, ketika perseroan menggelar rights issue di Rp136, tidak banyak pemegang saham yang menebus. "Tersiar kabar bahwa ELTY bertindak sebagai stand by buyer , mengambil alih saham BKSL di bawah harga tersebut," paparnya.
Pada perdagangan Selasa (22/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 7,314 poin (0,24%) ke level 2.934,589. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 4,770 miliar lembar saham, senilai Rp3,465 triliun, dengan frekuensi 80.123 kali. Sebanyak 71 saham naik, 132 turun dan 79 stagnan.[mdr]
UBS Securities Rekomendasi Saham SMRA 'Buy'
Susan Silaban
INILAH.COM, Jakarta - UBS Securities merekomendasikan saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) buy dengan target harga Rp1.110.
UNB melihat Summarecon sebagai pengembang untuk kalangan menengah dan atas di Jakarta, ditambah dengan minimnya mortgage. Selain itu, perseroan juga menguasai pembangunan mall terbesar di Jakarta dengan pendapatan sekitar 33% dari pendapatan bersihnya.
Summarecon mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 118,72% pada kuartal I-2010 menjadi Rp51,07 miliar dibanding periode serupa 2009 Rp23,35 miliar. Pendapatan bersih Perseroan juga naik menjadi Rp310,58 miliar dari sebelumnya Rp257,48 miliar. [san/cms]
IQplus (23/6) - Bumi Resources akan meningkatkan modal perseroan melakukan right issue. Keterangan perseroan rabu menyebutkan Bumi akan meningkatkan modal dasar dari Rp10 triliun menjadi Rp38,75 triliun. Peningkatan modal ini akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB perseroan pada 24 Juni mendatang. BUMI seperti diketahui akan melepas 1.940.400.000 saham baru dengan harga pelaknsanaan Rp2.366 per saham dimana seluruh dana yang diperkirakan didapat sebesar $495,8 juta yang akan digunakan untuk membayar utang perseroan dengan jumlah yang sama.
IQplus (23/6) - Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi mengaku optimistis target pertumbuhan kredit tahun ini bisa mencapai 18-20 persen pada akhir 2010. "Kita masih optimis kredit bisa tumbuh sesuai rencana bisnis bank yang 18-20 persen," katanya di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan pertumbuhan kredit masih sesuai target yaitu mencapai Rp181 triliun per Maret 2010 dan Mei 2010 sudah mencapai Rp186 triliun. "Kredit consumer naik, corporate banking mudah-mudahan tumbuh baik," ujarnya. Riswinandi menambahkan kredit yang tumbuh tersebut masih didominasi beberapa sektor antara lain minyak dan gas, pupuk, komunikasi hingga pembangkit listrik. Meski pertumbuhan kredit dinilai cukup baik, namun Bank Mandiri belum akan merevisi target tahun ini. "Kita lagi pelajari juga, prospeknya kedepan kelihatannya oke. Apakah kita revisi (target) tambahan, kita sedang pelajari," tuturnya.
IQplus (23/6) - Unilever berencana meningkat pengeluaran untuk membangun pabrik di Indonesia dalam dua atau tiga tahun kedepan. Pengeluaran akan sangat signifikan sekitar 200 juta euro ($242 juta), demikian kata Jan Zijdevarld kepala Unilevel asia tenggara. Unilevel meraih 50 persen pendapatannya dari negara berkembang cepat seperti Indonesia, india dan china. Pabrik yang akan dibangun rencananya berjumlah empat hingga lima buah untuk memproduksi sabun .
WIKA Kucurkan Rp20,682 Miliar ke WIKA Intrade
Susan Silaban
INILAH.COM, Jakarta - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menempatkan modal dasar sejumlah Rp20,682 miliar untuk WIKA Intrade Energi yang didirikan pada 18 Juni 2010.
Hal ini diungkapkan Sekretaris Perusahan WIKA, Natal Argawan Pardede dalam keterbukaan informas BEI, Rabu (23/6). WIKA pemegang saham sebesar 78,4% atas WIKA Intrade.
Adapun moda ditempatkan dan disetor mencapai Rp5,170 miliar dengan komposisi penyertaan WIKA Intrade sebesar 99% dari modal ditemparkan atau sekitar Rp5,119 miliar untuk pemasukan berupa harta kekayaan atau aset-aset berupa bangunan, mesin, peralatan, dan perabotan dari unit bisnis konversi energi.
Selain itu, koperasi karryawan WIKA Intrade sebesar 1% dari modal ditempatkan sebesar Rp51,500 juta melalui setoran penuh. Tujuan dari pendirian WIKA Interade adalah untuk mengembangkan bisnis konversi energi agar dapat bersaing secara nasional maupun internasional melalui pelaksanaan kegiatan usaha industri dan perdagangan umum yang terkait dengan energi terbarukan. [san/cms]
IQplus (23/6) - PT Pan Brothers Tbk (PBRX) menganggarkan belanja modal untuk dua tahun mendatang senilai USD1,5 juta sampai USD2 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk renovasi dan penambahan kapasitas di salah satu pabriknya di daerah Boyolali.
"Perseroan akan melihat dulu kondisi terbaru di pasar Eropa dan Amerika Serikat (AS). Apabila kondisi pasar sudah membaik pada tahun ini, maka perseroan akan menambah kapasitas sebanyak minimal 10 persen," jelas Direktur Utama PBRX Ludijanto Setijo selasa. Sehingga, lanjutnya, sampai dengan akhir tahun ini, perseroan hanya mematok target laba bersih dan penjualan yang sama dengan 2009 lalu. Perseroan juga memutuskan untuk tak membagikan dividen.
IQplus (23/6) - PT Tempo Scan Pacific akan membagikan dividen tunai Rp60 per saham atau total Rp 270 miliar. Hal ini telah disetujui dalam RUPS perseroan pada 21 Juni 2010. Namun dari jumlah tersebut sebesar Rp25 per saham atau Rp112,5 miliar telah dibagi sebagai dividen interim dan sisanya Rp35 per saham atau Rp157,5 miliar akan dibagikan kemudian.
IQplus (23/6) - Amerika Serikat selasa menolak permohonan Indonesia kepada panel WTO untuk mencabut larangan ekspor rokor kretek ke AS. Indonesia menganggap peraturan AS yang dikeluarkan September lalu sangat diskriminatif terhadap pelarangan rokok beraroma karena rasa cengkeh yang populer di asia tenggara tetapi larangan itu tidak termasuk pada rokok menthol yang banyak diproduksi di Amerika.
"Belum ada pernyataan di indonesia soal resiko kesehatan yang serius dengan penggunaan rokok tembakau," kata Diplomat AS Nurlaila Nur Muhammad. Namun pemerintah AS berpendapat bahwa rasa tembakau makin membuat para anak muda tertarik untuk mengkonsumsi rokok.
Monday, June 21, 2010
MORNING NEWS
Dow Jones Industrial Average turun 8,23 poin (0,08 persen) menjadi ditutup pada 10.442,41 setelah sempat melonjak lebih dari 140 poin. Indeks teknologi Nasdaq menyusut 20,71 poin (0,90 persen) menjadi 2.289,09 dan pasar lebih luas indeks S&P 500 tergelincir 4,31 poin (0,39 persen) menjadi 1.113,20.
IQPlus(22/6) -Saham Eropa membukukan kenaikan kuat pada Senin, didorong oleh janji akhir pekan China untuk membiarkan perdagangan yuan lebih bebas, dengan indeks FTSE 100 di London naik 0,92 persen menjadi ditutup pada 5.299,11 poin. Di Frankfurt, indeks saham DAX dari saham terkemuka Jerman, bertambah 1,22 persen menjadi 6.292,97 poin dan di Paris, indeks CAC 40 meningkat 1,33 persen menjadi berakhir pada 3.736,15 poin.
IQPlus(22/6) -Harga minyak naik pada Senin, setelah pengumuman akhir pekan China bahwa pihaknya akan mengendurkan mata uangnya yang dipatok terhadap dolar, meningkatkan harapan investor untuk permintaan energi yang kuat. Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juli, menetap di 77,84 dolar per barel, atau naik sebesar 64 sen dari penutupan Jumat.
Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus naik 60 sen menjadi ditutup pada 78,82 dolar per barel.
Cermati Saham Pan Brothers (PBRX)
INILAH.COM, Jakarta - PT Pan Brothers Tbk (PBRX) dikabarkan akan diakuisisi pengusaha Parajogo Pangestu melalui PT Ganda Sawit Utama.
Aksi bos Grup Barito ini diberitakan sduah terdengar di kalangan investor yang rencananya akan segera mengakumulasi saham PBRX ini.
Diperkirakan Prajogo akan mencaplok 10,1% saham Perseroan atau setara dengan 45,03 juta saham. Para bandar pasar modal akan mengkerek saham ini hingga ke level Rp700 per saham.
Pada perdagangan kemarin, harga saham PBRX ini ditutup menguat 15 poin ke Rp435 per saham. [cms]
Pilih Saham BUMN Lapis Dua & Komoditas
Natascha & Asteria
INILAH.COM, Jakarta – Indeks saham pada perdagangan Selasa (22/6) berpotensi melanjutkan penguatan. Saham BUMN lapis dua dan saham berbasis komoditas bisa menjadi pilihan.
Analis PT Andalan Artha Advisindo (AAA) Securities Helmi Therik mengatakan, sentimen positif masih membayangi pergerakan indeks saham hari ini. “Besarnya aliran dana asing yang masuk ke pasar Asia setelah kebijakan moneter China, membawa angin segar bagi bursa regional dan domestik,” ujarnya kepada INILAH.COM.
Kebijakan China yang sudah diprediksi pasar ini, memicu penguatan Yuan dan menyebabkan ekspektasi demand China atas komoditas meningkat. Harga komoditas pun naik, dimotori harga minyak mentah. Hal ini menyebabkan saham berbasis energi di bursa eksternal menguat. “Sedangkan di dalam negeri, saham komoditas, terutama yang masih lagging, merangsek naik,” katanya.
Sementara rating Indonesia saat ini dinilai tidak lagi menggambarkan perbaikan kinerja APBN dan rasio utangnya, yang sangat rendah terhadap PDB. Ada ekspektasi, upgrading rating Indonesia akan lebih cepat dilakukan. “Ini akan menjadi pemicu derasnya aliran dana ke Indonesia. Terindikasi dari penguatan rupiah menembus level 9.000 per dolar AS,” ulasnya.
Helmy menuturkan, ketika asing masuk ke pasar Indonesia beberapa pekan terakhir, aliran dana banyak yang fokus ke saham terkait konsumsi, seperti PT Astra International (ASII), PT Unilever (UNVR) dan PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM).
Menurut Helmy, meskipun kini ada aksi ambil untung pada beberapa saham berbasis konsumen, namun masih ada pilihan lain untuk second liner yang menjadi langganan fund manager. Terutama dari saham pelat merah, seperti PT Wijaya Karya (WIKA), PT Adhi Karya (ADHI), PT Bank Tabungan Negara (BBTN), PT Holcim (SMCB) dan PT Gozco Plantation (GZCO). “Rekomendasi beli untuk emiten-emiten ini,” pungkasnya.
Sedangkan Yusuf Adiwinoto, analis dari Batavia Properindo menilai, turunnya saham berbasis konsumen, membuka peluang peralihan portofolio ke saham berbasis komoditas. Ia pun menyarankan saham komoditas yang masih lagging, seperti PT Bumi Resources (BUMI), PT Adaro (ADRO) serta PT Aneka Tambang (ANTM). “Investor bisa trading buy untuk emiten-emiten ini,” ujarnya ketika dihubungi terpisah.
Saham ANTM menjadi pilihan karena eksposur perseroan ke emas. Emiten ini mendapat keuntungan dari harga logam mulia yang terus menguat, meski logam lain seperti nikel belum menunjukkan pergerakan naik.
Adapun prospek saham batubara masih menggiurkan, dipicu tren harga batubara yang terus merangkak naik, seiring tingginya permintaan dari China dan India. Hal ini ditambah apresiasi Yuan atas dolar AS, yang menyebabkan harga komoditas murah dan menarik negeri tirai bambu itu untuk meningkatkan impor. “Ketika yuan di-peg dengan dolar saja, demand tinggi. Apalagi sekarang,” tandasnya.
Pada perdagangan Senin (21/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik tipis 12,314 poin (0,42%) ke level 2.941,903. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi mencapai 6,347 miliar lembar saham, senilai Rp5,227 triliun dan frekuensi 119.685 kali. Sebanyak 125 saham naik, 85 saham turun dan 71 saham stagnan. [mdr]
IQplus (22/6) - PT Elnusa Tbk, penyedia layanan jasa terintegrasi bidang hulu migas, meraih kontrak Rp246,6 juta dolar AS untuk jasa penelitian geologi (geoscience), pengeboran (drilling), serta pengolahan (oilfield), sampai dengan Mei 2010. "Ini belum termasuk potensi yang didapat perusahaan senilai 125,7 juta dolar AS untuk ketiga kegiatan itu selama 2010," kata Direktur Keuangan dan Administrasi PT Elnusa Santun Nainggolan usai pelaksanaan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Jakarta, Senin.
Dia mengatakan, kontrak baru yang didapat perusahaan pada 2010 meliputi kegiatan geoscience 64 juta dolar AS, drilling 41 juta dolar AS, dan oilfiled 49 juta dolar AS. Santun mengatakan, kontrak Mei 2010 itu meliputi sisa kontrak 2009 yang dilanjutkan pada 2010 sebesar Rp183,1 juta dolar AS, serta kontrak baru 2010 senilai 63,5 juta dolar AS. Sementara itu Sekretaris Perusahaan Elnusa Heru Samodra mengatakan, untuk menggarap kontrak baru tersebut perusahaan membutuhkan belanja modal sekitar 70 juta dolar AS yang akan diambil dari dana internal perusahaan ditambah dana dari bank yang akan diambil pada kuartal ketiga 2010.
Benakat(BIPI) Tuntaskan Beli 12% Elnusa Sebelum Juli
Agustina Melani
INILAH.COM, Jakarta - PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) menargetkan pembelian saham PT Elnusa Tbk (ELSA) milik PT Tridaya Esta sebesar 12% sebelum Juli 2010.
Hal itu disampaikan Sekretaris Perusahaan Ferdinand Dion lewat pesan singkat yang diterima INILAH.COM , Senin (21/6). "Kita sekarang sedang finalisasi penyelesaian pembelian saham Elnusa sebesar 12 persen milik PT Tridaya Esta. Semoga sebelum Juli rampung," ujar Ferdinand.
Seperti diketahui, Benakat telah merampungkan pembelian saham Elnusa milik Tridaya Esta tahap pertama. Sebelumnya Benakat akan merampungkan pembelian saham Elnusa milik Tridaya Esta tahap kedua pada 12 Juni. Tapi hingga kini pembelian saham Elnusa tahap kedua belum dirampungkan.
Rajawali dan PTBA Jajaki Pinjaman 4 Bank China
INILAH.COM, Jakarta - Bukit Asam Trans Pacific Railway, anak usaha dari gabungan PT Perusahaan Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), grup Rajawali dan China Railway akan menjajaki pinjaman bank dari empat bank China.
Managing Director Corporate Relations Mining&Resources grup Rajawali Corp Darjoto Setyawan menuturkan nilai proyek transpacific railway di Tanjung Enim, Sumatera Selatan sekitar US$1,5 miliar. Investasi proyek tersebut akan didapatkan sekitar 70% dari pinjaman bank dan 30% equity. Dari 30% equity tersebut, grup Rajawali mendapatkan porsi 80% atau sekitar US$350 juta. "Kita sedang pendekatan dengan bank China. Ada pinjaman yang dijajaki dengan empat bank yaitu Exim Bank, Bank of China,ICBC dan China Bank of Development," tutur Darjoto, Senin (21/6).
Darjoto mengatakan, perseroan mengharapkan mendapatkan pinjaman secepatnya. Seperti diketahui, pembangunan proyek kereta api hingga beroperasi sekitar tiga tahun. "Diharapkan 2013 selesai pembangunan rel kereta api tersebut," ujar Darjoto.
Dengan adanya rel kereta api tersebut akan mengangkut kapasitas batubara sekitar 25 juta ton per tahun. Sedangkan tambang batubara milik PTBA tersebut memiliki 500 juta ton untuk 20 tahun.
Terkait rencana penambahan saham PTBA di Bukit Asam Transpacific Railway (BTR), Darjoto mengatakan, PTBA akan menambah saham menjadi 35% di BTR yang semula 10%. Dengan penambahan kepemilikan PTBA di BTR maka porsi grup Rajawali menjadi 55% yang semula 80%. Sedangkan China Railway sebesar 10%. [mel/cms]
IQplus (22/6) - Keluarga Gunawan yang menguasai saham Bank Panin dikabarkan telah menunda niat menjual 46 persen sahamnya yang diinginkan sebesar $1,3 miliar setelah penawaran yang datang lebih rendah dari yang mereka harapkan, demikian dua sumber yang mengetahui hal ini. Sumber itu mengatakan bahwa keluarga Gunawan berharap penawaran lebih dari 3 kali book value namun penawaran yang datang lebih rendah, sehingga membuat penjualan ditunda. Salah satu sumber seperti dikutip reuters mengatakan bahwa penawaran datang dari ANZ dan Standard Chartered, ANZ sendiri sudah memiliki 38,5 persen saham Bank Panin.
IQplus (22/6) - PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) telah menyetujui dan mengesahkan atas sejumlah Rp5.087.339.303.431,- dari laba bersih tahun buku 2009 dan sejumlah Rp6.684.075.000.000,- atau Rp1.525,- per saham, dibagikan kepada pemegang saham Perseroan sebagai dividen tunai. Demikian disampaikan oleh Manajemen HMSP dalam keterbukaan informasinya, Selasa.
IQplus (22/6) - Bakrieland Development akan menerbitkan 19.959.885.695 saham baru dalam rangka Right Issue dengan harga saham baru Rp160 per lembar. Keterangan Nuzarman Nurdin sekretaris perseroan selasa menyebutkan rasio right issue adalah 1:1 dimana tanggal cum di pasar reguler adalah 2 Juli 2010 dan periode perdagangan 9-21 Juli 2010. Sementara itu juga akan diterbitkan waran sebanyak 6.985.959.993 dengan harga pelaksanaan waran Rp165 dengan rasio 20 saham baru akan mendapatkan 7 waran gratis. Perseroan akan menggelar RUPSLB pada 25 Juli 2010 mendatang, Danatama makmur dan Madani Securities akan menjadi pembeli siaga.
Wednesday, June 16, 2010
MORNING NEWS
IQPlus(17/6) -Harga minyak mentah naik untuk hari ketiga berturut-turut pada Rabu di New York, terangkat kejutan penurunan persediaan bensin AS yang memicu harapan permintaan untuk negara pengonsumsi energi terbesar di dunia. Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juli, ditutup pada 77,67 dolar per barel, atau naik 73 sen dari Selasa. Kontrak sempat naik ke puncak harian 78,13 dolar, harga tertinggi sejak 10 Mei. Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus, tolok ukur baru kontrak, melompat 1,14 dolar menjadi mantap pada 78,14 dolar per barel.
IQPlus (17/6) - Saham Jepang dibuka melemah pada Kamis, dengan indeks utama Nikkei-225 kehilangan 57,90 poin atau 0,58 persen menjadi 10.009,25 di menit-menit pertama pertama perdagangan, setelah Wall Street datar, kata para dealer. Saham-saham AS berakhir hampir datar Rabu malam, di tengah data ekonomi AS yang bervariasi, kekhawatiran baru utang Eropa dan perjanjian BP untuk mendirikan sebuah dana 20-miliar dolar bagi korban bencana minyak Teluk Meksiko.
Dow Jones Industrial Average naik 4,60 poin (0,05 persen) menjadi 10.409,46, memangkas kerugian sebelumnya. Indeks teknologi Nasdaq naik tipis 0,05 poin (0,00 persen) menjadi 2.305,93, sedangkan indeks S&P 500, ukuran pasa lebih luas, sedikit turun 0,62 poin (0,06 persen) pada 1.114,6.
Rumor Bursa
Saham JSMR Diburu Fund Manager
INILAH.COM, Jakarta - Para Fund Manager asing dikabarkan tertarik dengan saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) karena proyeknya bisa diselesaikan seusai target setelah mendapatkan pinjaman Rp3 triliun.
Perseroan juga akan menaikkan tarif tol Cikampek-Sedyatmo akhir bulan dan membagi dividen tunak Rp87 per saham apda 28 Juni 2010. Jasa Marga pun akan menggelar roadshow ke Inggris.
Pada penutupan perdagangan bursa kemarin harga saham JSMR ditutup naik ke Rp2.300.
Rumor Bursa
Cermati Saham COWL
INILAH.COM, Jakarta - Konsorsium broker bakal memburu saham PT Cowell Development Tbk (COWL) dalam waktu dekat.
Hal ini terkati kabar Castle Capital Holdings Ltd., pemilik 8,86% saham Moderland Development Tbk yang akan bekerja sama dengan perseroan dalam mengerjakan proyek pembangunan proyek-proyek di Indonesia Timur.
Sementara itu, pada penutupan perdagangan bursa kemarin harga saham COWL ditutup naik 4 poin ke Rp128.
Saham Pemberi Dividen Masih Menarik
Natascha & Asteria
INILAH.COM, Jakarta – Indeks saham Kamis (17/6) masih berpeluang menguat. Investor masih disarankan untuk memilih saham yang akan membagikan dividen.
Chandra Wijanarka, analis pasar modal dari Etrading Securities mengatakan, indeks hari ini masih berpeluang menguat, didukung sentimen eksternal. Hal ini terjadi seiring kenaikan indeks Dow Jones yang sempat ditutup di atas level psikologisnya 10.300. “Terlampauinya level ini mengkonfirmasi adanya pembalikan arah menguat. Dow pun selanjutnya mengarah ke 10.800,” katanya kepada INILAH.COM, Rabu (16/6) kemarin.
Sementara di dalam negeri, lanjutnya, sentimen pasar berasal dari emiten-emiten yang akan memasuki masa cum dividen. “Pasalnya, setelah ex dividen masih ada kecenderungan apresiasi harga untuk beberapa saham,” ujarnya.
Chandra merekomendasikan selective buy untuk beberapa saham, salah satunya adalah PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI). “Setelah masuk masa ex dividen, masih ada kecenderungan naik. Sentimen positif belum selesai,” katanya.
BBRI akan membagi dividen tunai tahun buku 2009 sebesar Rp177,81 per lembar saham, atau setara dengan Rp2,192 triliun, pada Juli 2010. Dividen tersebut setara 30% laba bersih 2009, yang mencapai Rp 7,31 triliun. Adapun dividen ini termasuk dividen interm sebesar Rp 45,74 per lembar, yang dibagikan pada 16 Desember 2009. Jadi total dividen yang dibayarkan sebesar Rp 132,07 per lembar.
Saham lain yang menjadi pilihannya adalah PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN). Menurutnya, emiten ini masih menarik terkait dividen yieldnya yang cukup besar mencapai 5-6% dari harga saat ini. Pembayaran dividen tunai sebesar Rp196 per saham akan dilakukan pada 9 Juli 2010. Dividen itu setara dengan 40% dari laba bersih sebesar Rp1,612 triliun.
Cum dan ex dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 22 dan 23 Juni 2010, sedangkan cum dan ex dividen dipasar tunai pada 25 dan 28 Juni 2010, dan daftar pemegang saham yang berhak atas dividen (recording date) pada 25 Juni 2010.
Dihubungi terpisah, VP Riset dan Analis Valbury Securities Nico Omer Jonckheere mengatakan, indeks hari ini hingga akhir Juni masih akan konsolidasi. Hal ini terjadi, sebelum indeks memasuki masa koreksi pada Juli hingga Agustus mendatang.
Investor saat ini mencermati, apakah indeks akan menembus double top 2.867 hingga akhir pekan. “Bila berhasil menembus 2.867, maka indeks berpeluang menuju level 3.000. Tapi bila tidak, indeks akan bergerak di kisaran 2.870,” katanya kepada INILAH.COM.
Nico pun menyarankan investor untuk memusatkan perhatian pada emiten-emiten, terutama yang memiliki karakter pertumbuhan penjualan dan laba bersih, dividend yield yang tinggi serta cash flow yang sehat. Selain CPIN, saham pilihan lainya adalah PT London Sumatra (LSIP) dan PT Indocement (INTP). “Rekomendasi trading buy untuk emiten ini,” ujarnya.
Pada perdagangan Rabu (16/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 28,486 poin (1%) ke level 2.858,659. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 4,410 miliar lembar saham senilai Rp3,3 triliun, dengan frekuensi 108.094 kali. Sebanyak 144 saham naik, 69 saham turun dan 63 saham stagnan. [mdr]
IQPlus (17/6) - PT Telkom Tbk dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTel) kemungkinan besar akan membentuk perusahaan patungan untuk mengelola layanan telepon tetap nirkabel (FWA) TelkomFlexi dan Esia secara bersama-sama. "Telkom-Btel kemungkinan akan fokus membentuk `joint venture` ", kata Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, usai mengikuti Rapat Gabungan Menko Perekonomian, Menteri BUMN, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, dan Menteri ESDM, dengan Komisi IV, VI, dan VII di Gedung MPR/DPR Jakarta, Rabu.
Menurut Said, perusahaan patungan akan mengelola layanan yang sejenis yaitu Flexi dan Esia yang keduanya menjadi pemain besar pada layanan telekomunikasi berbasis CDMA. Meski begitu, Said tidak merinci lebih lanjut realisasi pembentukan perusahaan patungan tersebut karena tergantung negosiasi kedua pihak. Ia hanya menjelaskan, Telkom sudah menunjuk perusahaan asing untuk mengkaji rencana sinergi tersebut, karena Telkom dan Btel adalah perusahaan publik, serta Telkom juga merupakan perusahaan milik negara yang tercatat di bursa saham New York. Sedangkan entitas bisnis baru, tentunya Telkom akan terlebih dahulu melakukan pemisahan ("spin-off") Flexi menjadi perusahaan terbuka, dari saat ini hanya merupakan satu divisi dari Telkom.
IQPlus (17/6) - Nusantara Infrastructure mulai memperdagangkan saham dengan nominal baru
di pasar reguler/negosiasi hasil reverse stock 1:2 pada 13 Juli 2010. Keterangan perseroan kamis menyebutkan perdagangan saham di pasar tunai akan dimulai pada 16 Juli 2010. Nominal saham perseroan akan menjadi Rp70 dari sebelumnya Rp35.
MAPI Rencana Bangun 100 Gerai di 2010
Agustina Melani
INILAH.COM, Jakarta - PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI) berencana membangun 100 gerai baru pada 2010.
Perseroan menganggarkan belanja modal sekitar Rp300 miliar pada 2010. Dana belanja modal berasal dari kas internal. Wakil Presiden Direktur PT Mitra Adi Perkasa Tbk, Virendra Prakash Sharma mengatakan
belanja modal juga digunakan untuk pembukaan 100 gerai baru pada 2010.
Saat ini Perseroan telah membuka sekitar 20 gerai hingga Mei 2010. "Perseroan menargetkan pendapatan sekitar 15%-20% pada 2010 dan sekitar 5%-8% untuk perbandingan toko yang sudah ada," tambah Virendra, Rabu (16/6).
Virendra menuturkan pihaknya akan tetap membuka gerai di Jakarta sedangkan di luar Jakarta yaitu Balikpapan dan Semarang.
Pembukaan gerai akan kembali dibuka pada kuartal ketiga dan keempat 2010. Perseroan memiliki 717 gerai hingga kuartal pertama 2010.
Terkait kinerja keuangan perseroan. Virendra mengatakan, pihaknya memiliki sisa utang valas sekitar Rp200 miliar. Pihaknya akan menjaga utang valas sekitar Rp200 miliar.
Seperti diketahui, perseroan menawarkan obligasi sekitar Rp300 miliar dan sukuk ijarah sekitar Rp200 miliar pada 2009.
Sekretaris Perusahaan Fetty Kwartati menuturkan, dengan penerbitan obligasi untuk refinancing utang sekitar 75% dan ditambah dari kas internal.
Utang valas itu jatuh tempo setiap 6 bulan dengan pembayaran sekitar Rp50miliar yang akan dilunasi hingga Juni 2012. Perseroan mendapatkan utang valas pada Juni 2007. "Sisa utang valas sekitar 25%," tambah
Seperti diketahui, Perseroan memiliki jumlah kewajiban dalam mata uang asing sekitar Rp456,474 miliar pada 2009. Total utang perseroan sekitar Rp1,1 triliun termasuk utang valas tersebut.
Hingga Mei 2010, Perseroan telah mencatatkan penjualan Rp1,7 triliun.
Breaking News
"Dividen tersebut akan dibayarkan kepada para pemegang saham pada Juli 2010," ujarnya.
IQplus (16/6) - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) hari ini memutuskan untuk menggunakan seluruh laba bersih untuk investasi perusahaan. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Bakrie Telecom, Rahmat Junaedi di Jakarta, Rabu. RUPS Bakrie Telecom juga telah memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2009.
IQplus (16/6) - Bumi Resources menjual kepemilikan 99,84 % sahamnya di Mitratama Perkasa (MP) kepada Cahaya Pratama Lestari (CPL) dengan harga $120 juta. MP adalah perusahaan infrastruktur batubara yang memiliki rencana lebih banyak mengembangkan jaringan transportasi. Tujuan penjualan ini karena perseroan akan lebih fokus kepada bidang pertambangan batubara.
Selain itu perseroan juga menjual 20 persen kepemilikan saham di Gallo Oil Ltd Kepada Florenceville Financial Tld dengan harga $290 juta. Tujuan penjualan ini adalah untuk menyediakan dukungan dana dalam rangka kegiatan eksplorasi dan pengembangan pada proyek Gallo. Perseroan menjelaskan bahwa kedua transaksi ini bukan merupakan transaksi afiliasi.Demikian penjelasan Dileep Srivistava investor relations perseroan.
IQplus (16/6) - Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) memutuskan menyetujui pelaksanaan reverse stock atau penggabungan nominal saham. "Reverse stock akan dilakukan pada minggu pertama Juli 2010," ujar Direktur Keuangan PT Nusantara Infrastructure Tbk, Danni Hasan seusai RUPSLB META, selasa. Perseroan akan melakukan reverse stock dari nominal Rp35 menjadi Rp70.
PP Targetkan Pendapatan Rp300 Miliar dari Proyek Arab Saudi
Agustina Melani
PT PT Persero Tbk (PTPP) menargetkan pendapatan sekitar Rp300 miliar dari proyek Arab Saudi pada 2010.
Hal itu disampaikan Direktur Operasional PTPP, Kiswodarman seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PTPP, Rabu (16/6). Kiswodarman menuturkan pihaknya akan joint operation untuk pengerjaan proyek di Arab Saudi. Pihaknya mengincar 3 proyek di Arab Saudi antara lain proyek King Saud University di Riyadh, Prince Naif Villa, Saudi Arabia Academy. Ketiga proyek tersebut senilai Rp1,2 triliun. "Kita mendapatkan pendapatan Rp300 miliar dari proyek tersebut," ujar Kiswodarman.
Selain itu, Perseroan mengincar proyek King Abdullah distrik development Riyadh. Perseroan akan membentuk joint venture company untuk proyek tersebut dengan kepemilikan PTPP sebesar 30%.
Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PTPP juga memutuskan perubahaan penggunaan dana IPO untuk pembangunan hotel kav 5 di Bali. Direktur Utama PTPP Musyanif menuturkan, nilai investasi untuk pembangunan hotel di Bali sekitar Rp30 miliar. Setelah proyek pembangunan hotel selesai, PTPP akan menyertakan saham kurang dari 45%.
Terkait akuisisi ruas jalan tol Aloha-Wonokromo-Tanjung Perak dan Serpong-Cinere, Perseroan menginvestasikan dana sekitar Rp72 miliar. Di mana, proyek tersebut senilai Rp1,2 triliun dan PTPP memegang investasi sekitar 30% pada proyek tersebut. "Kita review design tetapi budget masih sama sekitar Rp1,2 triliun," kata Musyanif.
Musyanif menambahkan PTPP bersama dengan PT Jasa Marga Tbk akan bekerjasama untuk pengembangan kota baru dengan luas lahan 1.500 hektar di Jawa Timur.
Selain itu, Musyanif menuturkan akuisisi jalan tol Serpong-Cinere masih dalam tahap due dilligence. Saat ini masih berunding mengenai hak dan kewajiban. Perseroan akan mengambil porsi 20% dan PT Jasa Marga Tbk sekitar 55%.
Perseroan juga menargetkan mendapatkan carry over kontrak sebesar Rp6,6 triliun pada 2011. Musyanif mengatakan, carry over untuk 2011 akan didapatkan dari pembangunan gedung dan infrastruktur seperti pelabuhan dan gedung pada 2011.
Seperti diketahui, Perseroan mendapatkan dana hasil penawaran umum saham perdana sebesar Rp581 miliar. Hingga kuartal pertama 2010 Perseroan telah menggunakan dana hasil penawaran umum saham perdana sebesar Rp200 miliar.
Sunday, June 13, 2010
MORNING NEWS
Penyelesaian transais tersebut tergantung kepada dipenuhinya seluruh kondisi prasyarat yang ditentukan dalam perjanjian-perjanjian jual beli bersyarat dan perjanjian terkait lainnya. ABP adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara.
IQplus (14/6) - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) akan membayarkan dividen final sebesar Rp16 per saham pada 23 Juni 2010. Hal ini disampaikan Corporate Secretary MPPA, Lina Latif dalam keterbukaan informasinya ke BEI.Dijelaskan, jumlah saham yang beredar berdasarkan Daftar Pemegang Saham per 10 Juni 2010 (Recording Date) sebanyak 5,55 miliar saham.
Rumor Bursa
Cermati Saham Latinusa
INILAH.COM, Jakarta - PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) dikabarkan tengah dilirik Capital Group. Capital mau mengakuisisi sebagian saham NIKL pada harga Rp400-an.
Rencana ini dilakukan lantaran sebelumnya Nippon Steel Corp mengakuisisi perseroan pada harga tersebut. Minat Capital ini didorong oleh beberapa aksi korporasi perseroan, sebut saja perseroan mendapatkan proyek dari Australia untuk memasok pelat timah.
Sementara itu, pada penutupan perdagangan bursa kemarin harga saham NIKL ditutup naik 10 poin ke level Rp290. [san/cms]
Rumor Bursa
Harga Saham PYFA Menuju Rp300
INILAH.COM, Jakarta - Ada kabar di pasar menyebutkan beberapa bandar akan mengerek saham PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) menuju level Rp250-300 dalam waktu dekat.
Hal ini dilakukan lantaran PT Kimia Farma Tbk akan mengakuisisi perseroan dengan menjadi pemegang saham pengendali. Kalbe meminati saham PYFA terkait aksi ekspansi usaha perseroan di anorganik yang akan dibahas dalam RUPS Pyridam dala mwaktu dekat ini.
Pada penutupan perdagangan akhir pekan kemarin, harga saham PYFA ditutup naik 8 poin ke RP110. [san/cms]
RIGS Jalin Kerjasama Dengan Perusahaan Minyak
Susan Silaban
INILAH.COM, Jakarta - PT Rigs Tender Tbk (RIGS) akan bekerjasama dengan perusahaan minyak besar dalam memahani tekanan biaya yang dialami pelanggan.
Demikian materi ekspose manajemen RIGS dalam keterbukaan informasi BEI, Minggu (13/6). Perseroan pada 2010 ini, akan meningkatkan aktivitasnya sejalan dengan perkembangan di industri minyak dan gas bumi maupun di sektor energi secara keseluruhan.
Dijelaskannya, seusai dengan hukum cabotage, persaiangan yang ketat pada jasa pelayaran lepas pantai diantisipasi dengan memulai program membangun kapal dan membangun kembali kapal tua.
"Dengan catatan sejarah kami yang telah membangun kualitas jasa tanpa cela, perseroan akan melanjutkan kerjasama dengan kapal baru sebagai bagian dari program peremajaan kapal," ungkap manajemen.
IQplus (14/6) - Obligasi BTN XIV Bank BTN tahun 2010 akan mulai diperdagangkan senin ini di BEI. Keterangan BEI senin menyebutkan obligasi dengan nilai pokok Rp1,65 triliun ini memberikan suku bunga 10,25 persen dengan jatuh tempo pada 11 juni 2020. Wali amanat PT Bank Mega. Sementara pefindo memberikan peringkat idAA- untuk obligasi ini.
Friday, June 11, 2010
Breaking News - DOID
Agustina Melani
INILAH.COM, Jakarta - Anak usaha PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) mencatatkan kenaikan volume produksi batubara sebesar 5% dari 12,8 juta ton menjadi 13,4 juta ton hingga Mei 2010.
Volume pemindahan tanah atau volume overbudden BUMA mengalami peningkatan 2% dari 108 juta bcm menjadi 110 juta bcm hingga Mei 2010. Belanja modal BUMA telah mencapai US$33 juta per Maret 2010. Belanja modal digunakan untuk pembelian alat berat untuk menambah kapasitas produksi.
Direktur Utama PT Delta Dunia Makmur Tbk, Hagianto Kumala mengatakan Perseroan menganggarkan dana sekitar US$175 juta untuk pembelian alat berat pada 2010. Dana akan didapatkan dari leasing, pinjaman bank dari Bank Danamon dan Bank Permata. Saat ini Perseroan memiliki 52 unit truk dan Perseroan membutuhkan sekitar 227 alat berat. "Kita membutuhkan 50 unit truk pada 2011 dan 50 unit truk pada 2012. Satu unit truk mining bisa mengangkut 150 ton dan nilai satu unit truk sekitar 1,8 juta dolar AS," kata Hagianto.
Perseroan menargetkan volume overbudden atau pemindahan tanah sekitar 300 juta-350juta bcm. Volume produksi batubara sekitar 35-37 juta ton batubara.
Hagianto menambahkan Perseroan telah mendapatkan jumlah kontrak sekitar 100 juta USD dengan PT Darmahenwa Tbk (DEWA). Target kontrak sekitar 3 tahun dan bisa diperpanjang. Produksi batubara sekitar 6 juta ton batubara.
Thursday, June 10, 2010
MORNING NEWS
Harga Saham BSDE Akan Dikerek ke Rp1.100
INILAH.COM, Jakarta - Laba bersih PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) yang diperkirakan naik 11%-21% pada 2010-2012 memberikan sentimen positif untuk harga saham BSDE.
Kenaikan laba bersih memicu harga saham BSDE diperkirakan naik mencapai level Rp1.100 hingga akhir tahun ini. Laba bersih naik 11%-21% pada 2010-2012 karena sisa land bank
4.400 hektar dan sebagian mulai dikembangkan. Pada perdagangan kemarin, harga saham
BSDE menguat Rp30 ke level Rp700 dengan volume transaksi 36,94 juta saham.[cms]
Harga Saham ETWA Dikerek ke Rp300-Rp500
INILAH.COM, Jakarta - Dikabarkan salah satu pemegang saham PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA) asal Singapura akan menaikkan kepemilikan saham di perseroan.
Hal tersebut memicu harga saham ETWA naik ke level Rp300-Rp500. Perseroan juga mendapatkan suntikan dana dari Waterworld Inc untuk pengembangan bahan bakar nabati yang berasal dari perkebunan milik perseroan. Eterindo ingin menjadi produsen etanol terbesar di Indonesia. Pada perdagangan Kamis (11/6) ETWA ditutup menguat di level Rp220 atau menguat 10 poin. Total saham yang ditransaksikan sekitar 2,37 juta saham senilai Rp506,97 juta. [cms]
Perkuat Ekspansi, DILD tak Bagi Dividen
Susan Silaban
INILAH.COM, Jakarta - PT Intiland Developement Tbk (DILD) berencana tidak membagikan dividen untuk Tutup Tahun 2009. Laba bersih 2009 sekitar Rp25,61 miliar akan digunakan sebagai dana cadangan.
Hal ini diungkapkan Sekretaris Perusahaan DILD, Theresia Rustadi kepada INILAH.COM , Jakarta, Kamis (10/6). Dijelaskannya, Perseroan membutuhkan dana untuk working capital serta rencana ekspansi Perseroan.
Diharapkan dengan adanya pertambahan dari ekspansi maka nilai pemegang saham akan bertambah.
"Sekarang kita tidak membagikan dividen, dengan catatan bisa memberikan nilai tambah bagi pemegang saham nantinya. Kita akan melangsungkan RUPST pada 29 Juni mendatang," ujarnya.
Sepanjang kuartal 1-2010, DILD berhasil mencatatkan laba bersih melonjak 2.755% menjadi Rp85,09 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,98 miliar. Laba bersih ini didukung dari pendapatan
perseroan naik hampir tiga kali lipat sekitar Rp277,88 miliar, sedangkan laba usahanya meningkatkan lima kali lipat menjadi Rp117,12 miliar. [san/cms]
PT Citatah Dapat Dana Sekitar Rp184 M
INILAH.COM, Jakarta - Harga saham PT Citatah Tbk (CTTH) dikabarkan akan naik ke level Rp100-Rp150 dalam waktu dekat.
Dikabarkan salah satu perusahaan di Asia akan menyuntikkan dana ke CTTH sebesar US$20 juta atau sekitar Rp184 miliar. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk kesepakatan antara investor tersebut dan Citatah dalam ekspansi usaha di sektor batubara di Kalimantan dan Sumatra.
Harga saham CTTH ditutup menguat di level Rp79 atau menguat tujuh poin. Total saham yang ditransaksikan sebanyak 12,87 juta senilai Rp981,8 juta. [cms]
IQPlus (11/6) - Defisit anggaran pemerintah Amerika Serikat menyusut 28 persen pada tahun-ke-tahun menjadi 135,93 miliar dolar pada Mei, departemen keuangan mengatakan Kamis. Defisit tersebut adalah ke-20 bulan berturut-turut tinta merah federal. Data terakhir membawa defisit dari pemerintah federal selama delapan bulan pertama tahun fiskal 2010 yang berakhir 30 September menjadi 935,61 miliar dolar - 53,35 miliar dolar kurang dari tahun sebelumnya. Penerimaan jatuh pada Mei menjadi 146,80 miliar dolar dari April, tetapi pengeluaran juga merosot menjadi 282,72 miliar dolar, angka-angka departemen keuangan menunjukkan. Angka defisit Mei lebih rendah dari 142 miliar dolar yang diperkirakan sebagian besar ekonom serta Kantor Anggaran Kongres, sebuah lembaga nonpartisan yang menyediakan data ekonomi untuk anggota parlemen.
Mengingat "perbedaan kecil" antara CBO dan data aktual, reaksi pasar akan menjadi terbatas, analis Briefing.com mengatakan dalam sebuah catatan kepada kliennya.
Gedung Putih telah memperingatkan awal tahun ini bahwa defisit untuk tahun fiskal 2010 bisa membengkak menjadi 1,555 triliun dolar, melampaui tahun sebelumnya yang tercatat 1,415 triliun dolar. Pelebaran besar kesenjangan berasal dari pengeluaran untuk merangsang pemulihan dari resesi terburuk dalam beberapa dekade dan pendapatan pajak menurun. Ketua Federal Reserve Ben Bernanke, Rabu memperingatkan, bahwa negara Amerika harus memperhatikan pelajaran dari krisis fiskal Eropa. Selain defisit, utang nasional AS juga melonjak. Utang AS berdiri pada tertinggi dalam sejarah 13 triliun dolar pada 1 Juni dan menurut laporan terakhir departemen keuangan untuk Kongres, bisa naik menjadi 19,6 triliun dolar pada 2015, mencapai 100 persen dari produk domestik bruto. Bernanke mengatakan bahwa sementara pengeluaran jangka pendek telah diperlukan untuk merangsang ekonomi, defisit harus diturunkan dari waktu ke waktu.
IQPlus (11/6) - Harga minyak mentah naik untuk ketiga hari berturut-turut di New York pada Kamis, didorong oleh data ekspor China yang kuat dan optimisme prospek permintaan energi dari Badan Energi Internasional. Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juli, ditutup pada 75,48 dolar per barel, atau naik 1,10 dolar dari posisi Rabu. Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Juli bertambah 1,02 dolar menjadi menetap pada 75,29 dolar per barel. "Ini didorong oleh berita dari China yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam ekspor China, sehingga orang merasa hal itu akan menyebabkan peningkatan permintaan untuk minyak, "kata Andy Lipow dari Lipow Oil Associates.
China, Kamis mengatakan, surplus perdagangannya melonjak pada Mei di tengah kuatnya permintaan asing yang mendorong ekspor naik 48,5 persen dari setahun yang lalu. Angka perdagangan itu membantu meringankan kekhawatiran bahwa krisis utang zona euro akan membebani ekonomi terbesar ketiga dan konsumen energi terbesar kedua di dunia, yang dilihat sebagai mesin utama permintaan minyak dunia. "Sudah pasti bahwa data kuat China, melemahnya dolar AS dan komentar (Ketua Federal Reserve AS Ben) Bernanke kemarin tentang sebuah nada cerah bagi ekonomi AS akan terus mendominasi pasar," kata analis Sucden Myrto Sokou. "Ini (faktor) diharapkan meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong harga minyak mentah naik.
" Prospek permintaan minyak mendapat dorongan dari laporan bulanan pasar minyak terbaru Badan Energi Internasional (IEA). IEA menaikkan perkiraan permintaan global sebesar 60.000 barel per hari menjadi 86,4 juta barel per hari tahun ini, mengatakan data awal pada kegiatan ekonomi di negara-negara maju lebih kuat dari yang diperkirakan. "Ini akan menjadi rekor permintaan minyak dunia. Data permintaan mereka keseluruhan telah banyak mempercantik stabilitas selama beberapa bulan terakhir, menunjukkan perbaikan ... ditafsirkan sebagai bullish," kata Lipow.
Di pasar mata uang, iklim ekonomi makro yang tampak lebih cerah mendorong investor untuk berusaha keluar dari "safe haven" dolar ke mata uang yang lebih berisiko, seperti euro. Mata uang tunggal Eropa, yang telah terpukul dalam beberapa minggu terakhir karena ketakutan atas kesehatan keuangan zona euro yang dibebani utang, naik menjadi 1,2108 dolar dari 1,1975 pada Rabu. Sebuah dollar yang lemah membuat minyak yang dihargakan dalam dolar lebih murah, membantu untuk meningkatkan permintaan.
IQplus (11/6) - Dividen tunai PT Adhi Karya (Persero) sebesar Rp28,2598 per saham akan dibagikan pada 19 Juli 2010. Keterangan perseroan jumat menyebutkan cum dan ex di pasar reguler/negosiasi pada 30 juni dan 1 Juli 2010 dan di pasar tunai pada 5 dan 6 Juli 2010 dengan recording date 5 Juli 2010.
IQplus (11/6) - Dividen tunai PT Sampoerna Agro sebesar Rp45 per saham
akan dibagikan pada 16 Juli 2010. Keterangan perseroan jumat menyebutkan cum
dan ex di pasar reguler/negosiasi pada 29 dan 30 juni 2010 dan di pasar tunai pada
2 dan 5 juli 2010 dengan recording date 2 Juli 2010.
IQplus (11/6) - Manajemen Bakrie Sumatera Plantations menegaskan bahwa penundaan closing
transaksi atas akuisisi perseroan terhadap 6 perusahaan miliki Domba Mas tidak akan mempengaruhi kinerja perseroan. Menurut Fitria Barnas sekretaris UNSP dalam penjelasannya, perseroan sudah memperkirakan bahwa kontribusi produk olekimia terhadap kinerja perseroan di tahun 2010 tidak akan signifikan mengingat diperlukan persiapan antara 3-6 bulan untuk memulai kehiatan komersial, terutama dalam rangka clean-up dan sertifikasi fasilitas serta pemenuhan volume ekonomi untuk penjualan.
Untuk produksi tahap selanjutnya (lini dua) menurut perseroan dibutuhkan waktu lebih lama lagi yakni sekitar 6-9 bulan artinya tahap pertama baru akan mencapai tingkat optimal pada semester pertama 2011 dan produksi tahap berikutnya pada kuartal keempat tahun 2011. "Penundaan closing transaksi ini hanya akan berdampak pada penurunan target produksi kurang lebih 3.000 ton per bulan dan itu tak mempengaruhi kinerja," kata Fitri. Menurutnya proses akuisisi terhadap anak perusahaan Domba Mas ini segera direalisasikan dan proses akuisisinya saat ini sudah sampai dalam tahap finalisasi.
Aksi Korporasi PTPP
JAKARTA. PT PP Tbk (PTPP) mendapatkan fasilitas pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia. Pinjaman tersebut senilai Rp 250 miliar. Fasilitas pinjaman tersebut digunakan untuk modal kerja mereka. Pinjaman tersebut untuk pinjaman dalam jangka waktu setahun.
Dalam keterbukaan kepada BEI, Direktur Utama PTPP, Musyanif menjelaskan kalau tanda tangan perjanjian kredit tersebut dilakukan pada tanggal 8 Juni 2010 kemarin. Manajemen juga menjelaskan kalau transaksi tersebut masuk dalam transaksi material dan transaksi afiliasi dan benturan kepentingan.
Di tahun ini PTPP berencana akan mendapatkan kontrak baru sebesar Rp 6 triliun sampai semester I 2010. Selain itu, PTPP juga tengah membangun bisnis dengan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) untuk membangun properti di Sidorarjo Jawa Timur.
Avanty Nurdiana
Wednesday, June 9, 2010
MORNING NEWS
IQPlus(10/6) -Saham AS jatuh pada akhir sesi Rabu, karena optimisme mengenai pemulihan ekonomi memberikan jalan untuk gelombang penjualan di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang bencana minyak BP di Teluk Meksiko. Tiga indeks saham utama diperdagangkan secara luas lebih tinggi untuk sebagian besar sesi sampai sekitar jam akhir perdagangan, sebelum kemudian jatuh. Dow Jones Industrial Average turun 40,73 poin (0,41 persen) menjadi berakhir pada 9.899,25. Indeks teknologi Nasdaq turun 11,72 poin (0,54 persen) menjadi 2.158,85 dan indeks S&P 500, ukuran pasar lebih luas, mundur kembali 6,31 poin (0,59 persen) menjadi 1.055,69.
IQPlus(10/6) -Harga minyak dunia membuat kenaikan kuat pada Rabu, karena komentar relatif optimis oleh Ketua Federal Reserve Ben Bernanke dan menurunnya stok minyak AS mengangkat prospek pemulihan ekonomi. Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juli, melompat 2,39 dolar menjadi ditutup pada 74,38 dolar per barel. Di London, minyak mentah Brent North
Sea untuk penyerahan Juli meningkat 1,97 dolar menjadi menetap pada 74,27 dolar.
Rumor Bursa
Cermati Saham MITI
INILAH.COM, Jakarta - PT Mitra Investindo Tbk (MITI) kabarnya sedang diminati asing seiring dengan keberhasilan perseroan meraih pesanan batu granit dari Asia dan Eropa.
Rumor ini beredar menyebutkn, investor strategis masuk ke perseroan melalui mekanisme private placement saham mayoritas dengan penawaran umum harga premium. Untuk para bandar akan menggerakkan saham MITI menuju Rp150-200.
Pada penutupan perdagangan bursa kemarin harga saham MITI ditutup naik 3 poin ke level Rp67. [san/cms]
Rumor Bursa
Intiland Bakal 'Stock Split'
INILAH.COM, Jakarta - Para pemodal domestik dan mancanegara tengah memburu saham PT Intiland Development Tbk (DILD) seiring dengan rencana pemecahan nilai saham alias stock split.
Rencananya, perseroan kan stock split 1:2 sehingga harga saha mDILD berpotensi menembus Rp1.600-1.800. Selain itu, perseroan pun akan mencapatkan pasokan lahan seluas 1.500 hektar sehingga cadangan lahan perseroan bertambah menjadi 2.400 hektar.
Sementara itu, pada penutupan perdagangan bursa kemarin harga saham DILD ditutup naik 20 poin ke level Rp1.140. [san/cms]
DIVIDEN TELKOM TAHUN 2009
Pemerintah: Dividen Telkom Maksimal 55%
JAKARTA. Pemerintah mengisyaratkan akan menarik dividen dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) maksimal sebesar 55% dari total laba bersih 2009 yang mencapai Rp 11,33 triliun. Dengan perhitungan itu, manajemen Telkom mesti menyiapkan dividen senilai Rp 6,23 triliun.
"Dividen Telkom tentu tidak sebesar 35%, paling tinggi 55% dari laba bersih," tutur Menteri Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar usai acara 'Kebangkitan Pusat Belanja Sarinah' di Jakarta, Rabu (9/6). Meski demikian, Mustafa menegaskan, hitung-hitungan mengenai besaran dividen Telkom belum dibahas secara mendetail.
TLKM akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Jumat (11/6) nanti. Salah satu agendanya adalah menetapkan penggunaan laba bersih tahun buku 2009, termasuk menentukan besaran dividen.
Sandy Baskoro
IQPlus (10/6) - Kementerian BUMN meminta PT Telkom Tbk (TLKM) tetap mengedepankan aspek persaingan bisnis yang sehat dalam rencana pengambilalihan saham PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) "Dalam kajian pengambilalihan itu, aspek persaingan bisnis yang sehat harus dimasukkan," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar, di Jakarta, Rabu. Menurut Mustafa, selaku kuasa pemegang saham Telkom, kedua perusahaan tersebut sedang dalam proses membahas kerja sama. "Saya sebagai pemegang saham diminta setuju, dan saya setuju. tapi bagaimana formulanya tunggu saja hasilnya. Yang penting "win-win solution," tegas Mustafa.
Sehari sebelumnya, pemberitaan rencana akuisisi Telkom atas BTEL. Mustafa menyatakan, bahwa sudah membaca surat direksi Telkom meminta izin melakukan kajian pengambilalihan Bakrie Telecom. Bahkan, Mustafa memperkirakan konsolidasi tersebut akan terealisasi menjelang tutup tahun 2010. Mustafa menyakini, jika konsolidasi terjadi, maka layanan CDMA milik Telkom (Flexi) akan memiliki kekuatan untuk mempengaruhi pasar. Terkait pernyataan itu, Direktur Komunikasi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) A. Junaidi mengingatkan, jika aksi korporasi itu benar dilakukan maka harus ada notifikasi merger kepada lembaganya. "Itu sesuai dengan Peraturan Komisi (Perkom) No 1/2009 tentang pranotifikasi penggabungan, peleburan, dan pengambilalihan perusahaan," kata Junaidi. Dengan begitu ujarnya, KPPU bisa menilai apakah aksi tersebut berpotensi terjadinya perilaku monopoli atau tidak di masa depan. "Ini untuk melindungi perusahan juga. Jika nanti ada perilaku tidak fair dari struktur atau unit baru hasil merger itu, KPPU tidak akan menggunakan kewenangan membatalkan merger sebagaimana diatur dalam pasal 47 UU No 5/1999, kata Junaidi.
Fitch Rating: Merjer Flexi & Esia Untungkan Industri Telekomunikasi
Susan Silaban
INILAH.COM, Jakarta - PT Fitch Rating menilai ada potensi konsolidasi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) dapat bermanfaat.
Ini menyusul laporan di koran lokal pada tanggal 8 Juni 2010 yang pemerintah telah resmi mengkonfirmasi bahwa surat usulan dari Telkom telah diterima. Fitch memeringkat Telkom pada BB+ sedangkan BTEL pada rangking B.
Meskipun rincian transaksi belum diungkapkan, Fitch berpandangan bahwa konsolidasi dari dua operator CDMA terbesar akan menguntungkan industri telekomunikasi Indonesia diberikan arus lingkungan yang kompetitif," kata Marchelius Mario, Associate Director di Fitch Asia Pasifik Korporasi peringkat tim dalam keterangan resminya yang diterima INILAH.COM, Kamis (10/6).
Konsolidasi akan tarif mengurangi tekanan antara kedua operator dan memberikan sinergi dalam hal upaya pemasaran, peningkatan skala ekonomi dan mengurangi ekspansi belanja modal. Pada akhir 2009, Telkom-Flexi sudah 15.100.000 pelanggan sedangkan BTEL telah 10.600.000 pelanggan.
Dengan demikian, gabungan entitas bisnis akan menjadi operator wireless terbesar keempat di Indonesia belakang PT XL Axiata Tbk (XL, 'BB'/Stable) yang memiliki basis pelanggan 31.400.000 pada akhir 2009. Pelanggan skala yang cukup besar ini akan meningkatkan mereka on-net call penggunaan, yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan generasi dan memperkuat kekuatan kompetitif terhadap tiga operator GSM atas.
Industri nirkabel di Indonesia penuh sesak dengan total 10 pemain pada akhir-2009. Industri pelanggan mencapai 190 juta pada akhir 2009, menyiratkan penetrasi utama dari sekitar 82%, namun, penetrasi sebenarnya adalah diperkirakan lebih rendah sekitar 50% menurut perhitungan Fitch setelah disesuaikan untuk berbagai-penghitungan Simcards.
Dengan penetrasi selular masih relatif moderat, pertumbuhan yang wajar diharapkan untuk melanjutkan selama jangka menengah. GSM adalah teknologi nirkabel yang paling populer di Indonesia, akuntansi yang sekitar 83% dari pelanggan industri pada akhir 2009.
Bagian atas tiga GSM operator (PT Telekomunikasi Selular ('BBB-'/Stable), PT Indosat Tbk ('BBB-'/Stable) dan XL) menyumbang sekitar 90% dari pelanggan GSM atau 75% dari total industri pelanggan pada akhir 2009. [san/cms]
KINERJA EMITEN
ADHI Bagi Deviden Rp 49 Miliar
JAKARTA. Kabar gembira bagi para pemegang saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Perusahaan konstruksi BUMN ini bakal membagi dividen tunai dengan sebesar Rp 49,66 miliar atau 30% dari laba bersih perusahaan tahun 2009.
Corporate Secretary ADHI, Kurnadi Gularso mengatakan secara terperinci jumlah dividen yang dibagikan per lembar saham sebesar Rp 28,26. "Waktu pembagian dividen akan disesuaikan dengan aturan dari Bapepam-LK," ungkap Kurnadi usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Rabu(9/6).
Para pemegang saham juga memutuskan penggunaan laba bersih sebesar Rp 828 juta atau 0,50% dari laba bersih untuk program kemitraan. Sementara untuk bina lingkungan juga dialokasikan Rp 414 juta atau 0,20% dari laba bersih tahun lalu. Sementara sisa laba bersih tahun 2009 sebesar Rp 114,63 miliar atau 68,25% akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk kegiatan usaha perseroan.
Pada tahun 2009, emiten konstruksi plat merah ini mencetak laba bersih Rp 165, 53 miliar atau naik 103% dari tahun sebelumnya. Sedangkan pendapatannya tumbuh 16% menjadi Rp 7,72 triliun.
Sofyan Nur Hidayat
IQPlus (10/6) - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), pengembang kawasan skala besar di Kabupaten Tangerang, Banten, berkeyakinan meraih target penjualan Rp2 triliun pada 2010 dengan kontribusi terbesar di sektor perumahan Rp1,5 triliun, sedangkan sisanya dari komersial. "Kalau melihat iklim properti pada tahun 2010 yang terus membaik kami optimistis mampu meraih target Rp2 triliun," kata Direktur Utama PT Bumi Serpong Damai Tbk, Harry Budi Hartanto di Jakarta, Rabu, usai rapat umum pemegang saham (RUPS). Menurut Harry, sampai dengan Mei 2010 penjualan dari rumah sudah mencapai Rp680 miliar, sehingga untuk kuartal III dan IV masing-masing masih harus dikejar Rp400 miliar lagi untuk mencapai target Rp1,5 triliun. Harry mengatakan, dalam rangka memenuhi target tersebut BSDE merencanakan pembangunan kawasan tahap II seluas 2000 hektar, menyusul keberhasilannya mengembangkan kawasan tahap I seluas 1.500 hektar. Lebih jauh Direktur BSD, Petrus Kusuma menjelaskan, pengembangan tahap II mencakup pembangunan dua kluster perumahan Forestra 72 hektar dan The Icon 74 hektar, pusat pendidikan "Edu Town" seluas 50 hektar, serta kawasan perkantoran BSD Office Park 25 hektar.
Forestra nantinya akan dibangun sebanyak 2014 unit rumah dengan harga Rp590 juta sampai Rp1,8 miliar, serta The Icon sebanyak 1.027 unit rumah dengan harga Rp500 juta sampai Rp1,7 miliar. Sedangkan di kawasan Edu Town 50 hektar sudah dipasarkan 2 lot masing-masing seluas
5 hektar untuk Swiss German University dan Prasetya Mulya. Sementara itu untuk BSD Office Park tengah dibangun gedung perkantoran 15.000 meter persegi (5 lantai) diharapkan selesai pada akhir 2011, jelasnya.
IQPlus (10/6) - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META)akan melakukan penawaran terbatas I kepada para pemegang saham seri B sebanyak-banyaknya 8.508.000.000 saham seri B dengan nominal Rp70,00 dan harga penawaran Rp88,00 per sahamsehingga total nilai seluruhnya mencapai Rp748.704.000.000. Hal tersebut disampaikan Perseroan dalam keterbukaan informasinya, Kamis. Dimana setiap pemegang 100 saham seri B yang tercatat pada 19 juli 2010 pukul 16.00 WIB memiliki 168 HMETD dimana setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru yang harus dikeluarkan dari portepel saham seri B Perseroan dicatatkan di BEI.
HMETD di perdagangkan di BEI selama 5 hari kerja mulai tanggal 21-27 Juli 2010 dan HMETD yang tidak dilaksanakan hingga tanggal akhir periode tersebut dinyatakan tidak berlaku lagi. Pada setiap 5 HMETD melekat 1 Waran seri I yang diberikan secara cuma-cuma bagi pemegang HMETD yang melaksanakan haknya. Dana hasil penawaran umum terbatas ini akan dipergunakan untuk akuisisi, pembayaranhutang dan modal kerja dan sisanya akan digunakan sebagai biaya pengembangan usaha PErseroan (development cost).
Bayan Bangun 4 Pabrik Coal Upgrading
Agustina Melani
INILAH.COM, Jakarta - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) akan membangun empat pabrik coal upgrading. Saat ini, satu pabrik coal upgrading sudah dibangun dengan kapasitas 1 juta MT per tahun.
"Pabrik tersebut diharapkan bisa berproduksi pada semester kedua 2010," ujar Sekretaris Perusahaan PT Bayan Resources Tbk, Jenny Quantero, Rabu (9/6). Nilai investasi untuk satu pabrik sekitar US$68. Pabrik tersebut berada di Kalimantan. Perseroan juga dikabarkan mengincar 3 hingga 4 kuasa penambangan di Kalimantan.
Sebelumnya perseroan menganggarkan belanja modal sekitar US$50 juta-US$60 juta. Belanja modal akan digunakan untuk perluasan dermaga, conveyor, perluasan tempat penimbunan wahana, dan pembelian tongkang. Perseroan juga menargetkan penjualan batubara tumbuh 17% atau sekitar 14 juta MT-16 juta MT pada 2010.
Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bayan Resources Tbk memutuskan untuk tidak membagi dividen 2009. Seperti diketahui, perseroan mencatatkan laba bersih 2009 sekitar Rp136,29 miliar dan pendapatan sekitar Rp7,75 triliun pada 2009. [mel/hid]
Labels
- Analisa (13)
- Articles (2)
- Education (6)
- Fact (12)
- Market (19)
- Regulation (2)
- Rekomendasi (29)
- Rumor (77)